Segaris Pandang

06 Apr 2016    View : 1470    By : Tsaidun


Ya Robb,

ketika jalan ini meretas ke arah-Mu 

Banyak dan seakan sebuah irama yang harus kutulis

sebuah syair

 

Harap yang ingin kuraih,

gemerisiknya gesekan dahan

Segarnya setiap daun yang luruh dalam buaian embun

Seakan melukis rasa syukur berkepanjangan

 

Segaris Pandang 

 

Seperti sejuknya udara-Mu di pagi hari

Damai, lembut,

hingga mampu membangun setiap senyum

Merekah,

meredam kegalauan dari hati yang banyak terluka

 

Sayang, anugerah yang lebih, karunia yang melimpah

Membangunkan geliat setiap nafsu kehendak hamba

Kesadaran hakiki, pupus, terbunuh kemauan pribadi

Mereka berlomba 

 

Nada tegur-Mu, mereka dengar sebagai ujian

Manakala detak waktu terhenti,

Senyum-Mu, bak uluran kasih lewat kedua tangan

 

 

 

Surabaya

Selasa wage, 15 maret 2016

Tsaidun






Tsaidun

Tsaidun adalah seorang spiritualis yang gemar membaca buku, khususnya psikologi dan filsafat. Pria yang sempat bekerja di salah satu perusahaan internasional ini lahir dan besar di Surabaya.

Profil Selengkapnya >>

Puisi Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Mengasah Rasa Lewat Kehidupan dan Gelombang Ujian


Dimas-Lissa: Pudarkan Kapitalisasi Pendidikan Lewat Sekolah Gratis Ngelmu Pring


Sayap-Sayap Kecil - Mengintip Sepotong Kisah Rahasia Seorang Gadis SMA


Seven Something: Saat Cinta Berubah Setiap 7 Tahun


Nash - Ya Rabbana Anta Maulana


Icip-Icip Seblak Zoss, Lebih Dari Sekadar Joss


Kedai Tua Baru Surabaya: Sajian Ala Malaysia-Jawa


Menikmati Sepetak Keindahan Bali di Tegal Wangi


Literasi Agustus: GRI Regional Surabaya - Muda untuk Sastra


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Pertama)


Kabut Rindu


Satu Kali Seminggu