Ruang Tunggu Bandara

23 Sep 2017    View : 1239    By : Achmad Hidayat Alsair


"Perhatian. Penumpang atas nama.…"

Lagi-lagi, seseorang mungkin tertidur di kafetaria

kekurangan jam istirahat atau cinta?

Lagi-lagi, nama paling asing ini

kujamin terpental dari kening orang-orang

panggilannya bertalu, deras lagi keras

memukul-mukul pendengaran yang gelisah

Pergumulan punggung dengan sandaran kursi

itu tidak perlu masa jeda, tidak perlu perhatian

tetap menghafal nomor bangku pesawat

atau mengingat kenangan mana yang belum dibungkus

Kueja kembali berita cuaca dan ingatan pada kampung halaman

Di depan gerbang bernomor ganjil

seseorang kemudian pura-pura gembira menyambutku

 

 

(Makassar, Desember 2016)


Tag :


Achmad Hidayat Alsair

Achmad Hidayat Alsair seorang mahasiswa tingkat akhir di Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, FISIP, Universitas Hasanuddin Makassar.

Profil Selengkapnya >>

Puisi Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Ketika Media Sosial Menghilangkan Esensi Makhluk Sosial


Alvi Syahrin - Semua Berawal Dari Mimpi Dan Kemudian Menjadi Nyata


Einstein Aja Ingin Tahu! (Jilid 2)


Stand By Me Doraemon


Adele's Hello - Apa Kabar Masa Lalu?


Nasi Goreng dan Mi Goreng Pak Is


La Ricchi - Gelato Kaya Rasa di Surabaya


BaseCamp Home Stay Ranu Pane: Sudut Pandang Tepat


Literasi Oktober: GRI Regional Surabaya - Menimbang Buku dalam Resensi


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Tujuh)


Bersama Sebuah Buku dan Sebatang Rokok


Aku Tak Ingin Lomba Balap Karung, Bu.