Ruang Tunggu Bandara

23 Sep 2017    View : 1130    By : Achmad Hidayat Alsair


"Perhatian. Penumpang atas nama.…"

Lagi-lagi, seseorang mungkin tertidur di kafetaria

kekurangan jam istirahat atau cinta?

Lagi-lagi, nama paling asing ini

kujamin terpental dari kening orang-orang

panggilannya bertalu, deras lagi keras

memukul-mukul pendengaran yang gelisah

Pergumulan punggung dengan sandaran kursi

itu tidak perlu masa jeda, tidak perlu perhatian

tetap menghafal nomor bangku pesawat

atau mengingat kenangan mana yang belum dibungkus

Kueja kembali berita cuaca dan ingatan pada kampung halaman

Di depan gerbang bernomor ganjil

seseorang kemudian pura-pura gembira menyambutku

 

 

(Makassar, Desember 2016)


Tag :


Achmad Hidayat Alsair

Achmad Hidayat Alsair seorang mahasiswa tingkat akhir di Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, FISIP, Universitas Hasanuddin Makassar.

Profil Selengkapnya >>

Puisi Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Dari Hati Ke Hati: Sepiring Kupang Dan Ketangguhan Dalam Menjalani Kehidupan


Edwin Ruser dan KoreanUpdates - Menghidupkan Mimpi Lewat Passion


Cinderella Teeth - Kisah Cinderella dan Para Peri Gigi Modern


Me Before You - Jojo Moyes and a Bowl of Warm Love Story


Insya Allah - Bila Allah Sudah Berkehendak


Nasi Goreng dan Mi Goreng Pak Is


Perpustakaan Bank Indonesia, Surabaya - Perpustakaan Umum Senyaman Perpustakaan Pribadi


Pantai Pulau Merah Nan Meriah Di Banyuwangi


Nasib Literasi di Era Digitalisasi


My Toilet Prince - Pintu Pertama


Tiga Puluh Tahunan (Part 1)


Masa (II)