Ruang Tunggu Bandara

23 Sep 2017    View : 1182    By : Achmad Hidayat Alsair


"Perhatian. Penumpang atas nama.…"

Lagi-lagi, seseorang mungkin tertidur di kafetaria

kekurangan jam istirahat atau cinta?

Lagi-lagi, nama paling asing ini

kujamin terpental dari kening orang-orang

panggilannya bertalu, deras lagi keras

memukul-mukul pendengaran yang gelisah

Pergumulan punggung dengan sandaran kursi

itu tidak perlu masa jeda, tidak perlu perhatian

tetap menghafal nomor bangku pesawat

atau mengingat kenangan mana yang belum dibungkus

Kueja kembali berita cuaca dan ingatan pada kampung halaman

Di depan gerbang bernomor ganjil

seseorang kemudian pura-pura gembira menyambutku

 

 

(Makassar, Desember 2016)


Tag :


Achmad Hidayat Alsair

Achmad Hidayat Alsair seorang mahasiswa tingkat akhir di Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, FISIP, Universitas Hasanuddin Makassar.

Profil Selengkapnya >>

Puisi Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Cinderella dan Wanita Masa Kini: Sebuah Dekonstruksi Dongeng


Edwin Ruser dan KoreanUpdates - Menghidupkan Mimpi Lewat Passion


Para Penjelajah Dunia : dari Vasco da Gama hingga Ibnu Battuta


The Voices - Komedi Kelam tentang Suara-Suara di Kepala Kita


Kun Anta - Humood Al Khuder: Jadilah Diri Sendiri


Baegopa Malang - Ada Harga Ada Rasa


Marathon Kafe Recommended Di Malang


Gedung De Javasche Bank Surabaya - Saksi Sejarah Panjang Perbankan Indonesia


Literasi Desember: Literaturia, Budaya Berpikir Kritis, dan Literasi Media (Bag. 1)


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Pertama)


Balada Sebuah Perut


Tentang Waktu