Ruang Tunggu Bandara

23 Sep 2017    View : 1284    By : Achmad Hidayat Alsair


"Perhatian. Penumpang atas nama.…"

Lagi-lagi, seseorang mungkin tertidur di kafetaria

kekurangan jam istirahat atau cinta?

Lagi-lagi, nama paling asing ini

kujamin terpental dari kening orang-orang

panggilannya bertalu, deras lagi keras

memukul-mukul pendengaran yang gelisah

Pergumulan punggung dengan sandaran kursi

itu tidak perlu masa jeda, tidak perlu perhatian

tetap menghafal nomor bangku pesawat

atau mengingat kenangan mana yang belum dibungkus

Kueja kembali berita cuaca dan ingatan pada kampung halaman

Di depan gerbang bernomor ganjil

seseorang kemudian pura-pura gembira menyambutku

 

 

(Makassar, Desember 2016)


Tag :


Achmad Hidayat Alsair

Achmad Hidayat Alsair seorang mahasiswa tingkat akhir di Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, FISIP, Universitas Hasanuddin Makassar.

Profil Selengkapnya >>

Puisi Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Dari Hati Ke Hati: Sepiring Kupang Dan Ketangguhan Dalam Menjalani Kehidupan


Lalu Abdul Fatah - Profesi, Delusi, dan Identitas Diri


The Palace of Illusions: Ketulusan Cinta Para Pandawa


Gone Girl - Ketika Cinta Berakhir, Yang Tersisa Hanyalah Kematian


Epik High's Happen Ending - Cinta dan Hubungan Antarmanusia


Wakul Suroboyo - Berwisata Kuliner Khas Surabaya di Satu Tempat


Lembah Rolak


Grojokan Sewu: Seribu Cerita Dari Grojokan


Diskusi Bersama Alvi Syahrin dan Ika Vihara: Wattpad dan Sastra Digital


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Enam)


Your Dream (Not?) Comes True


Rajukan Sendu