Ruang Tunggu Bandara

23 Sep 2017    View : 988    By : Achmad Hidayat Alsair


"Perhatian. Penumpang atas nama.…"

Lagi-lagi, seseorang mungkin tertidur di kafetaria

kekurangan jam istirahat atau cinta?

Lagi-lagi, nama paling asing ini

kujamin terpental dari kening orang-orang

panggilannya bertalu, deras lagi keras

memukul-mukul pendengaran yang gelisah

Pergumulan punggung dengan sandaran kursi

itu tidak perlu masa jeda, tidak perlu perhatian

tetap menghafal nomor bangku pesawat

atau mengingat kenangan mana yang belum dibungkus

Kueja kembali berita cuaca dan ingatan pada kampung halaman

Di depan gerbang bernomor ganjil

seseorang kemudian pura-pura gembira menyambutku

 

 

(Makassar, Desember 2016)


Tag :


Achmad Hidayat Alsair

Achmad Hidayat Alsair seorang mahasiswa tingkat akhir di Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, FISIP, Universitas Hasanuddin Makassar.

Profil Selengkapnya >>

Puisi Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Stigma dan Tradisi: Menikah - Antara Tuntunan Agama dan Tuntutan Masyarakat


Alvi Syahrin - Semua Berawal Dari Mimpi Dan Kemudian Menjadi Nyata


I Love You; I Just Can't Tell You


Gone Girl - Ketika Cinta Berakhir, Yang Tersisa Hanyalah Kematian


5 Lagu Indonesia Tahun 90-an Mengesankan Versi Artebia


Kober Mie Setan, Gresik Kota Baru


Omahku - Ngobrol dan Nongkrong dalam Kesederhanaan


Air Terjun Tumpak Sewu Lewat Goa Tetes Lumajang (part 2)


POPCON Asia Surabaya: City of Superheroes


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Kedua)


Nyala Lilin yang Menerangi Wanita Itu di Kala Malam


(K)Aku