Slank Dan Musiknya Yang Tak Lekang

09 Mar 2019    View : 629    By : Niratisaya


Tapi 'ku tak bisa Jauh ...

Jauh darimu

'Ku tak bisa Jauh ...

Jauh darimu

 

Siapa yang nggak kenal Slank?

Sekali baca, pasti chorus lagu "Ku Tak Bisa" ini bermain secara otomatis di benak Artebian. Minimal kamu pasti pernah mendengar nama salah satu band legendaris Indonesia ini dan lagu-lagunya yang nggak cuma membahas soal cinta, mengekspresikan patah hati, tapi band yang berdiri sejak tahun 1983 ini juga fasih bercuap-cuap soal politik.

Lagu-lagu Slank memang bisa dibilang klasik, tapi nggak bisa diungkapkan kalau tetap asyik dikupingin sampai sekarang. Seperti "Kamu Harus Pulang" (1994), "Bang Bang Tut" (1996), "Balikin" (1998), "Virus" (2001), "Gosip Jalanan" (2004).

Apa yang sebenarnya membuat Slank jadi salah satu band legendaris Indonesia dan konsernya tetap laris tiap kali digelar? Menurut saya ada beberapa alasannya.

 

1. Diksi dan Lirik Lagu Slank

Artebian yang pernah mendengar lagu Slank pasti tahu dong kesederhanaan lirik band gaek ini. Nggak ada kata-kata berbunga dan kiasan yang berlebihan. Bahkan cenderung to the point mengekspresikan rasa dan warnanya. Misalnya seperti lagu "Kamu Harus Pulang".

 

Pacarku...

Ayo kita pulang

Waktu hampir jam dua belas malam

Kita nggak bisa kemana-mana lagi

Karena kita sudah berjanji Pacarku...

Kita harus pulang

Aku nggak mau nanti disalahkan

Dicap jelek sama keluargamu

Dimusuhi sama mamamu

 

[Chorus]

Kamu harus cepat pulang

Jangan terlambat sampai di rumah

Kamu harus cepat pulang

Walau sedang nikmati malam ini

Mereka nggak pernah mengerti

Mereka nggak mau mengerti

Mereka nggak akan mengerti Itu pasti

 

Pacarku lupakan saja

Rencana ke tempat hiburan malam

Pacarku tunggu apa lagi

Jangan tunggu ayam jantan berbunyi

Pacarku kamu harus pulang

Waktu sudah tidak memungkinkan

Jangan memaksa untuk pulang pagi

Itu sama saja bunuh diri

 

Seperti yang bisa Artebian lihat, dalam lirik "Kamu Harus Pulang" nggak ada diksi pretentious, kata-kata berbunga atau kiasan untuk menyampaikan rasa takut penyanyi kepada orangtua pacarnya yang menerapkan jam malam. Kita bisa lihat rasa takut ini lewat pengulangan frasa "cepat pulang". Repetisi ini menunjukkan betapa si penyanyi ingin segera mengantar si pacar pulang karena nggak ingin berurusan dengan amarah orang tua si pacar.

Ini bukan berarti Slank menciptakan lagu cinta yang pengecut dan kincup soal passion. Sebaliknya, kita tetap bisa menangkap semangat anak muda yang kerap alpa soal nilai moral dan adat ketimuran, yang nggak bisa dicerna logika mereka karena sifat pemberontak yang kental. Tapi serius, siapa sih yang nggak pernah muda? Artebian juga pasti suka lupa waktu setiap kali berduaan dengan pacar.

Bagian bridge lagu ini mewakili pemikiran orangtua dan anak muda yang kerap berseberangan dengan apik.

 

Mereka nggak pernah mengerti

Mereka nggak mau mengerti

Mereka nggak akan mengerti

Itu pasti

 

Bisa dibilang lirik-lirik Slank yang simpel tapi mengena ini karena tiap lagu berangkat dari pengalaman pribadi tiap anggota band. Sehingga Slank bisa stay true kepada diri mereka, musik mereka, dan pastinya penggemar mereka.

Sumber: marketeer.com

 

 

2. Musik Ear-Catching Dan Chord Gitar Slank

Ngobrolin lagu, kita pasti nggak akan bisa lepas dari musik. Nah, nggak jauh berbeda dengan diksi unpretentious dalam liriknya, musik dan chord gitar Slank juga sama sederhananya. Salah satu lagu band yang digawangi Bimbim, Kaka, Ivanka, Ridho dan Abdee dengan chord gitar simpel adalah "I Miss You But I Hate You".

 

[Intro] D A D A D A

 

D         A

Waktu aku lagi tinggi

D              A

Hilang akal sehatku

D            A G

Tapi masih ingat kamu

D            A

Hampir setiap malam hari

D          A

Di dalam tidurku

D               A G

Sering memimpikan kamu

 

[Bridge]

     Em     A        D

Banyak pulsa untuk menelpon kamu

     Em     A          D

Banyak pesan yang aku tinggalkan

  Em        A       D  Bm

Tapi di mana kamu aku nggak tahu

  Em          A         D G D

Jarang di rumah kebanyakan di jalan

 

[Chorus]

D                     A

I miss you but I hate you, my girl

D                     A  G

I miss you but I hate you, my girl

 

D          A

Baru aja kubuka mata

D             A

Terbangun pagi-pagi

D               A G

Langsung kepikiran kamu

D           A

Setiap bunyi berdering

D                 A

Langsung kuangkat telponku

D             A  G

Berharap itu dari kamu

 

[Bridge]

  Em       A   D

Berkali-kali aku sms kamu

  Em        A            D

Berkata mesra yang aku ucapkan

  Em          A         D    Bm

Kamu nggak tahu apa nggak mau tahu

    Em         A          D G D

Nggak ada kabar nggak ada penjelasan

 

[Chorus]

D                     A

I miss you but I hate you, my girl

D                     A   G

I miss you but I hate you, my girl

 

[Solo] D A D A D A G

 

[Bridge]

   Em     A    D

Berkali-kali aku sms kamu

   Em      A         D

Berkata mesra yang aku ucapkan

   Em          A       D    Bm

Kamu nggak tahu apa nggak mau tahu

  Em           A        D G D

Nggak ada kabar nggak ada penjelasan

 

[Chorus]

D                      A

I miss you but I hate you, my girl

D                    A  G

I miss you but I hate you, my girl

 

Lagu "I Miss You But I Hate You" diciptakan Slank dengan chord gitar dasar didominasi oleh nada A dan D. Transisi chord lagu ini pun terbilang mudah untuk lagu ear-catching. Meski instrumen yang digunakan oleh band yang "hanyalah" gitar (melody dan rhythm), gitar bass dan drum, musik yang diciptakan oleh Slank berhasil membuat pendengarnya larut dalam tiap hentakan ritme lagu.

 

 

3. The Power Of Slank

Kita sedang membicarakan tentang Slank. Band yang sudah malang melintang di dunia permusikan Indonesia sejak tahun 80-an dan berhasil bertahan hingga kini dengan penggemar setia.

Slank sudah sering mengalami pasang surut dan berkali-kali ganti personel, sebelum akhirnya menemukan posisi mereka di dunia permusikan. Kini, 36 tahun sejak Slank berdiri, band gaek ini akan kembali mengadakan konser akbarnya dengan berkolaborasi bersama Shopee.

Kalau Artebian belum tahu, belum lama Slank baru menjadi brand ambassador dari Shopee Indonesia! Nggak afdol rasanya kalau pergi ke konser tanpa atribut sebagai Slanker. Tenang, saja Artebian. Kamu nggak perlu pusing. Cukup dengan membuka aplikasi Shopee, kamu bisa langsung beli kaos, jumper, hingga sepatu lukis khas Slanker di Shopee—marketplace terdepan di Indonesia yang pastinya produk-produknya worth to buy.

Salah satu merchandise Slank di Shopee

 

Seperti Slank yang punya berbagai lagu untuk segala mood, semua pasti ada di Shopee!


Tag :


Niratisaya

Niratisaya a.k.a Kuntari P. Januwarsi (KP Januwarsi) adalah CEO Artebia yang juga seorang penulis, editor, dan penerjemah.

Profil Selengkapnya >>

Review Musik Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Stigma dan Tradisi: Berhenti Belajar! Mari Mulai Berpikir dan Menciptakan


Lalu Abdul Fatah - Profesi, Delusi, dan Identitas Diri


Tentang Gaya Penceritaan Orizuka - Dari Manisnya Cinta Sang Pangeran Hingga Pahitnya Skripsi (I)


Malam Minggu Miko Movie - Mockumentary Kegalauan Kaum Muda Indonesia


Kun Anta - Humood Al Khuder: Jadilah Diri Sendiri


My Pancake Restoran Surabaya  Town Square


Taman Patung Kuda Gunung Sari - Taman Segala Usia


Pantai Konang: Pesona Di Balik Gunung Trenggalek


Literasi Oktober: GRI Regional Surabaya - Menimbang Buku dalam Resensi


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Tujuh)


Twist and Shout (Part 1)


Dua Windu Lalu, Lewat Hening Malam