Masa (II)

03 Nov 2015    View : 1234    By : Tsaidun


Ketika pijar merambah

menghiasi alam 

Membuat setiap ciptaanNya terbangun dari mimpi

 

Namun,

keengganan terbalut kemalasan

Hingga jiwa terselimutkan,

angan memeluk erat

 

Meski kicau indah memanggil

Isyarat bagi mereka yang merasa hidup

 

Moment between life and death
Illustration source: here.

 

Manakala putaran pijar menyengat

Peluh penyesalan merambah di sekujur tubuh

 

Cuma bayang yang terengkuh

 

Luluh lantak jika kaki cuma berdiri

Di sana,

menanti pertanyaan setiap apa yang teranugerahkan

 

Manakala pijar mulai meredup

Kelu, lelah,

merangkai langkah yang mulai goyah

 

Rasa memohon untuk tetap dalam keinginan

Telah berlalu,

seperti waktu tak terhentikan

 

 

Header illustration source: here.






Tsaidun

Tsaidun adalah seorang spiritualis yang gemar membaca buku, khususnya psikologi dan filsafat. Pria yang sempat bekerja di salah satu perusahaan internasional ini lahir dan besar di Surabaya.

Profil Selengkapnya >>

Puisi Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Traveling: Mimpi, Destinasi, Tujuan, Makna


Lalu Abdul Fatah - Profesi, Delusi, dan Identitas Diri


Sayap-Sayap Kecil - Mengintip Sepotong Kisah Rahasia Seorang Gadis SMA


Teacher's Diary (Khid Thueng Withaya) (2014): Penghargaan Guru di Thailand


Keep Being You - Isyana Sarasvati


Icip-Icip Seblak Zoss, Lebih Dari Sekadar Joss


La Ricchi - Gelato Kaya Rasa di Surabaya


Menikmati Sepetak Keindahan Bali di Tegal Wangi


Pameran Lukisan


My Toilet Prince - Pintu Pertama


Bersama Sebuah Buku dan Sebatang Rokok


Satu Kali Seminggu