Menguak Luruh

04 Aug 2015    View : 1280    By : Tsaidun


Merebak,

menelusuri setiap sudut keinginan

 

Menguak,

berharap sebuah paripurna

 taken from lauracgeorge.com

Ketika rasa menjenguk ketidakpastian

Semuanya luruh,

meluber di kesenjangan

Antara sebuah tanggung jawab dan kewajiban

Mungkinkah kebersamaan bisa bersatu?

Sementara keterbatasan menjadi pemilah

Hingga tanggal membekas pada qolb

 

Bukan kehendakMu, jiwa yang lepas dari fitrah

Menelan harap pada jalan yang lain

 

Surabaya,

4 Agustus 2015

 

Gambar header dari news.softpedia.com




Tsaidun

Tsaidun adalah seorang spiritualis yang gemar membaca buku, khususnya psikologi dan filsafat. Pria yang sempat bekerja di salah satu perusahaan internasional ini lahir dan besar di Surabaya.

Profil Selengkapnya >>

Puisi Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Ada Kemauan Ada Jalan: Sebuah Energi Kehidupan


Indah Kurnia, Memimpin Tanpa Kehilangan Identitas Sebagai Wanita


Layaknya Desserts - The Chronicles of Audy O2 Menjadi Penutup Yang Manis


Thirteen Terrors: Kisah Menyeramkan di Setiap Sekolah


How Deep Is Your Love - Calvin Harris: Dalamnya Cinta Lewat Deep House Music


Soto Khas Lamongan Di Pandean, Ngoro


Milk Kingdom - Humble Place to Cast Away Your Boredom


Misteri serta Sejarah Jatimulyo dan Mojolangu, Malang (Bag. 1)


Literasi Oktober: Big Bad Wolf Menghantui (Pecinta Buku) Surabaya


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Kedua)


Your Dream (Not?) Comes True


Lapang Sunyi, Senyap Ruang