Kepada Yang Terkasih

25 Nov 2015    View : 2108    By : Niratisaya


Yang Terkasih,

Maaf, aku tak mampu lagi menyediakan hidangan favoritmu

Takkan ada lagi Tumis Canda Bahagia, Cinta Bumbu Asam-Manis,
atau Kasih Masak Setengah Mati di meja kita

Maaf….
Kita telah kehilangan daya untuk mengupayakannya

Kau tentu tahu,
Yang Terhormat telah menaikkan harga Bumbu Bumbu Mesra

Aku tahu,
kau tak lagi membaca suara suara harian
Terutama sejak kue kue lumpur membekap handai tolanmu
Melumpuhkan mereka dari identitas mereka sebagai Masyarakat yang sido harjo

“Tak ada lagi yang tersisa di sana
yang bisa membuat mereka sejahtera,”
Kau menggumam
di siang malam

 

Ilustrasi Kepada Yang Terkasih
Image source: here.

 

Aku tahu,
kau tlah enggan duduk berlama lama di depan teve kecil kita
yang kini kau juluki Kotak Pembawa Duka

Tapi aku juga tahu pasti,
kau takkan melewatkan berita kenaikan Bumbu Bumbu Mesra hari ini
Sebab telingamu pasti telah menangkap keluh kesah mereka
tiap kau palingkan muka

Mereka yang selalu kau tarik turut dalam keretamu
akan memastikan kedua pendengaranmu menangkap tiap sedu, tiap duka
Yang tak mampu mereka bagi lagi dengan mereka yang duduk di kursi tinggi nun jauh
Meski tak banyak guna membagi gundah pada mereka yang sama rendah,
tetapi mereka tahu; beban itu mesti tumpah
Entah dalam wujud tangis, atau sumpah serapah

Maka maafkan aku,
Yang Terkasih, jika hari ini kau terbangun dan mendapati meja kita tak lagi lengkap
Hanya sepiring doa yang mampu kusajikan pagi ini
Meski tampak hampa, namun sadarilah kasihku,
Ia sarat dengan asa

 

Tertanda,
Yang kau cinta

 

 

Surabaya,

25112015

Terinspirasi duka dan cerita seorang kawan di kota sebelah

 




Niratisaya

Niratisaya a.k.a Kuntari P. Januwarsi (KP Januwarsi) adalah Co-Founder Artebia yang juga seorang penulis, editor, dan penerjemah.

Profil Selengkapnya >>

Puisi Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Raga Senja Berjiwa Fajar: Sebuah Renungan Kemerdekaan Untuk Pemuda


Prisca Primasari - Menulis Adalah Memberi Kado Pada Diri Sendiri


Lucio - Menemukan Rahasia Gelap Baja Alatas dan Dewi Swis


5-ji Kara 9-ji Made - Apa Jadinya Kalau Biksu Jatuh Cinta Pada Guru?


Anti-Hero - Menjadi Pahlawan dengan Tidak Menjadi Pahlawan


Jeju Ice Cream: Es Krim Unik Rendah Lemak


Matcha Cafe: Curhat Ditemani Olahan Green Tea Nikmat


Ranu Kumbolo: Sebuah Pelajaran Hidup Tentang Jerih Payah


Literasi Desember: Literaturia, Budaya Berpikir Kritis, dan Literasi Media (Bag. 1)


My Toilet Prince - Pintu Pertama


Twist and Shout (Part 2)


Dua Windu Lalu, Lewat Hening Malam