Setitik Tuba

20 Sep 2016    View : 1169    By : Tsaidun


Indah dalam batas angan yang kumiliki

Bak untaian pelangi yang membentang di birunya langit

Tetap aku redam, jauh di kedalaman rasa kasihku

Meski cinta itu cuma aku yang merasakan,

Kau tetap agung, di antara gemerlapnya bintang

 

Jika langkahmu ingin meraih lebih yang aku punya

Bukan salahmu, kenapa aku tak punya seperti anganmu?

Mengapa aku harus mengagumimu ?

Kenapa aku tetap mengejarmu, sedang tapakmu tak jelas?

 

Kini kau jauh melambung, raihku tak sampai

Kebersamaan yang pernah kita rajut,

Keindahan yang pernah kita lukis

Biarlah tetap dalam kenangan indahku

Pergilah kasih, bersama kesalahan yang ada dalam sanubariku

 

 

Minggu, 17 april 2016




Tag :


Tsaidun

Tsaidun adalah seorang spiritualis yang gemar membaca buku, khususnya psikologi dan filsafat. Pria yang sempat bekerja di salah satu perusahaan internasional ini lahir dan besar di Surabaya.

Profil Selengkapnya >>

Puisi Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Om Telolet Om, Memanfaatkan Isu Viral Untuk Kemaslahatan Umum


Prisca Primasari - Menulis Adalah Memberi Kado Pada Diri Sendiri


Bi! - Potret Emosi yang Mengikat Manusia pada Lingkaran Kehidupan


Stand By Me Doraemon


Anti-Hero - Menjadi Pahlawan dengan Tidak Menjadi Pahlawan


Soto Khas Lamongan Di Pandean, Ngoro


Zein's Cafe - Ngupi Cantik Tanpa Jadi Pelit


Penelusuran dan Napak Tilas Reruntuhan Situs Candi Pendharmaan Ken Angrok di Kabupaten Malang (Bagian 2)


Pasar Seni Lukis Indonesia 2015


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Enam)


Tiga Puluh Tahunan (Part 2 - End)


Jingga Senja Sewarna Darah