Setitik Tuba

20 Sep 2016    View : 1367    By : Tsaidun


Indah dalam batas angan yang kumiliki

Bak untaian pelangi yang membentang di birunya langit

Tetap aku redam, jauh di kedalaman rasa kasihku

Meski cinta itu cuma aku yang merasakan,

Kau tetap agung, di antara gemerlapnya bintang

 

Jika langkahmu ingin meraih lebih yang aku punya

Bukan salahmu, kenapa aku tak punya seperti anganmu?

Mengapa aku harus mengagumimu ?

Kenapa aku tetap mengejarmu, sedang tapakmu tak jelas?

 

Kini kau jauh melambung, raihku tak sampai

Kebersamaan yang pernah kita rajut,

Keindahan yang pernah kita lukis

Biarlah tetap dalam kenangan indahku

Pergilah kasih, bersama kesalahan yang ada dalam sanubariku

 

 

Minggu, 17 april 2016




Tag :


Tsaidun

Tsaidun adalah seorang spiritualis yang gemar membaca buku, khususnya psikologi dan filsafat. Pria yang sempat bekerja di salah satu perusahaan internasional ini lahir dan besar di Surabaya.

Profil Selengkapnya >>

Puisi Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Stigma dan Tradisi: Berhenti Belajar! Mari Mulai Berpikir dan Menciptakan


Lalu Abdul Fatah - Profesi, Delusi, dan Identitas Diri


1001 Fakta yang Sulit Dipercaya: Mengejutkan Pikiran, Tidak Mungkin, dan Aneh!


Warm Bodies - Menggali Kehidupan dari Kematian


Happy - Mocca Band (Dinyanyikan Ulang Oleh Aldin)


Nasi Goreng dan Mi Goreng Pak Is


Taman Apsari, Keteduhan di Tengah Hiruk Pikuk Kota


Melihat Sisi Lampau Surabaya Di Museum Surabaya


Literasi Desember: Literaturia, Budaya Berpikir Kritis, dan Literasi Media (Bag. 2)


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Lima)


Oma Lena - Part 1


Jalan Setail di Malam Ini