Sebilik Ruang

17 Mar 2015    View : 1261    By : Niratisaya


Masih nampak sepi di sana
Menguar,
menyaluti setiap sudut ruang itu
Sedangkan kehidupan, tak sejejak pun terlihat

Kecuali sebutir apel merah
Berselimut debu, tergeletak di atas meja
Di bagian pangkalnya tampak sebuah gigitan

Dan potongan kaca
Berserakan
Menyelimuti ruangan

Namun bukan jejak kekerasan
Karena dia telah pergi bersama kehidupan
Melainkan sisa nurani yang enggan sadar
Hingga ia terburai dan kehabisan masa



Niratisaya (KP Januwarsi)

Surabaya, 270914

 

 

Puisi Artebia lainnya:




Niratisaya

Niratisaya a.k.a Kuntari P. Januwarsi (KP Januwarsi) adalah Co-Founder Artebia yang juga seorang penulis, editor, dan penerjemah.

Profil Selengkapnya >>

Puisi Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Filosofi Pohon Pisang Pada Hubungan Ayah Dan Anak


Nicoline Patricia Malina: Fotografer Cantik Muda Berbakat


Dear Nathan, The Annoying Boy


Pee Mak Phra Khanong (พี่มาก..พระโขนง): Cinta Tanpa Batas


Happy - Mocca Band (Dinyanyikan Ulang Oleh Aldin)


Kue Cubit Surabaya - Cubit Gigit Legit


Gujo Cafe Surabaya: Cangkrukan Enak Bernuansa Tradisional-Modern


Banyu Anjlok - Pantai Bolu-Bolu - Keletekan: Sekali Dayung Dua Tiga Pulau Terlampaui


The Backstage Surabaya (Bagian 2) : Mindset Seorang Founder StartUp


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Tujuh)


Twist and Shout (Part 3-Final)


Aku Berjalan (Dan Dua Puisi Lainnya)