Sebilik Ruang

17 Mar 2015    View : 2180    By : Niratisaya


Masih nampak sepi di sana
Menguar,
menyaluti setiap sudut ruang itu
Sedangkan kehidupan, tak sejejak pun terlihat

Kecuali sebutir apel merah
Berselimut debu, tergeletak di atas meja
Di bagian pangkalnya tampak sebuah gigitan

Dan potongan kaca
Berserakan
Menyelimuti ruangan

Namun bukan jejak kekerasan
Karena dia telah pergi bersama kehidupan
Melainkan sisa nurani yang enggan sadar
Hingga ia terburai dan kehabisan masa



Niratisaya (KP Januwarsi)

Surabaya, 270914

 

 

Puisi Artebia lainnya:




Niratisaya

Niratisaya a.k.a Kuntari P. Januwarsi (KP Januwarsi) adalah Co-Founder Artebia yang juga seorang penulis, editor, dan penerjemah.

Profil Selengkapnya >>

Puisi Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Raga Senja Berjiwa Fajar: Sebuah Renungan Kemerdekaan Untuk Pemuda


Edwin Ruser dan KoreanUpdates - Menghidupkan Mimpi Lewat Passion


Tentang Kamu - Kisah Tentang Kesabaran Seorang Perempuan


The Grand Budapest Hotel - Mereka Yang Layak Disebut


Reason - Eva Celia: Sebuah Penemuan Jati Diri


Baegopa Malang - Ada Harga Ada Rasa


Matcha Cafe: Curhat Ditemani Olahan Green Tea Nikmat


Pulau Sempu - Segara Anakan dan Hutan Terlarang


Literasi Desember: Festival Literasi Akbar Bersama Literaturia


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Tujuh)


Kabut Rindu


Jalan Setail di Malam Ini