Sebilik Ruang

17 Mar 2015    View : 1353    By : Niratisaya


Masih nampak sepi di sana
Menguar,
menyaluti setiap sudut ruang itu
Sedangkan kehidupan, tak sejejak pun terlihat

Kecuali sebutir apel merah
Berselimut debu, tergeletak di atas meja
Di bagian pangkalnya tampak sebuah gigitan

Dan potongan kaca
Berserakan
Menyelimuti ruangan

Namun bukan jejak kekerasan
Karena dia telah pergi bersama kehidupan
Melainkan sisa nurani yang enggan sadar
Hingga ia terburai dan kehabisan masa



Niratisaya (KP Januwarsi)

Surabaya, 270914

 

 

Puisi Artebia lainnya:




Niratisaya

Niratisaya a.k.a Kuntari P. Januwarsi (KP Januwarsi) adalah Co-Founder Artebia yang juga seorang penulis, editor, dan penerjemah.

Profil Selengkapnya >>

Puisi Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Malaikat Tak Bersayap


Lalu Abdul Fatah - Profesi, Delusi, dan Identitas Diri


Giveaway dan Blogtour: Happiness is You karya Clara Canceriana


Maleficent - Dekonstruksi Cinta Sejati dan Dongeng Putri Tidur


Gambaran Cinta dalam Potret Sendu Lirik Lagu Eyes, Nose, Lips Versi Tablo


Kober Mie Setan, Gresik Kota Baru


Marathon Kafe Recommended Di Malang


Pulau Menjangan: Candu Pesona Bawah Laut


Adiwarna 2016: Refraksi - Changing Your Perspective


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Empat)


Tiga Puluh Tahunan (Part 1)


Kerinduan yang Patah