Sebilik Ruang

17 Mar 2015    View : 1200    By : Niratisaya


Masih nampak sepi di sana
Menguar,
menyaluti setiap sudut ruang itu
Sedangkan kehidupan, tak sejejak pun terlihat

Kecuali sebutir apel merah
Berselimut debu, tergeletak di atas meja
Di bagian pangkalnya tampak sebuah gigitan

Dan potongan kaca
Berserakan
Menyelimuti ruangan

Namun bukan jejak kekerasan
Karena dia telah pergi bersama kehidupan
Melainkan sisa nurani yang enggan sadar
Hingga ia terburai dan kehabisan masa



Niratisaya (KP Januwarsi)

Surabaya, 270914

 

 

Puisi Artebia lainnya:




Niratisaya

Niratisaya a.k.a Kuntari P. Januwarsi (KP Januwarsi) adalah Co-Founder Artebia yang juga seorang penulis, editor, dan penerjemah.

Profil Selengkapnya >>

Puisi Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Ada Kemauan Ada Jalan: Sebuah Energi Kehidupan


Indah Kurnia, Memimpin Tanpa Kehilangan Identitas Sebagai Wanita


Ilana Tan, Penulis Misterius dan Perkembangan Karyanya


Billionaire a.k.a Top Secret: Kisah Sukses Seorang Pengusaha Muda


How Deep Is Your Love - Calvin Harris: Dalamnya Cinta Lewat Deep House Music


Nikmatnya Sop Buntut di


Heerlijk Gelato


Dieng: Sebentuk Nirwana di Indonesia - Edisi Kompleks Candi Arjuna


Literasi Desember: Literaturia, Budaya Berpikir Kritis, dan Literasi Media (Bag. 2)


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Empat)


Pengelanaan Sempurna


Mimpi Retak dan Angan-Angan di Biru Langit