Sebilik Ruang

17 Mar 2015    View : 1151    By : Niratisaya


Masih nampak sepi di sana
Menguar,
menyaluti setiap sudut ruang itu
Sedangkan kehidupan, tak sejejak pun terlihat

Kecuali sebutir apel merah
Berselimut debu, tergeletak di atas meja
Di bagian pangkalnya tampak sebuah gigitan

Dan potongan kaca
Berserakan
Menyelimuti ruangan

Namun bukan jejak kekerasan
Karena dia telah pergi bersama kehidupan
Melainkan sisa nurani yang enggan sadar
Hingga ia terburai dan kehabisan masa



Niratisaya (KP Januwarsi)

Surabaya, 270914

 

 

Puisi Artebia lainnya:




Niratisaya

Niratisaya a.k.a Kuntari P. Januwarsi (KP Januwarsi) adalah CEO Artebia yang juga seorang penulis, editor, dan penerjemah.

Profil Selengkapnya >>

Puisi Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Stigma dan Tradisi: Menikah - Antara Tuntunan Agama dan Tuntutan Masyarakat


Figur: Lia Indra Andriana - Dari Seorang Calon Dokter Gigi Menjadi Salah Satu Penerbit Berpengaruh


Merayakan Hari-Hari Indah bersama Nabi - Tradisi Asyura dan Tragedi Memilukan


Teacher's Diary (Khid Thueng Withaya) (2014): Penghargaan Guru di Thailand


Kun Anta - Humood Al Khuder: Jadilah Diri Sendiri


Baegopa Malang - Ada Harga Ada Rasa


Latarombo Riverside Cafe - Menikmati Vietnam Drip dengan Suasana Asyik


BaseCamp Home Stay Ranu Pane: Sudut Pandang Tepat


Majapahit Travel Fair 2016


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Lima)


Oma Lena - Part 1


Hati Terlelap Bahagia