Perjalanan, Pergulatan Waktu

24 Jul 2015    View : 1372    By : Tsaidun


Perjalanan,
pergulatan waktu,
serta pengorbanan
Membias luka di setiap sudut masa

Kering,
Namun bekas banyak menoreh sesal
Harusnya satu yang layak direngkuh


(gambar diambil dari playbuzz.com)

Angan banyak bermain di area keangkuhan
Larut pun membelai tulang

Untukmu bayang laluku, jangan merunduk
Tak layak buatmu, kau ada di era kini

Bangun, jangan macam laki takut perempuan
Bukan harapku membuatmu biru
Kalau merah layaknya darah,
jika putih mutlak seputih tulang

 

Surabaya,

September 2014




Tsaidun

Tsaidun adalah seorang spiritualis yang gemar membaca buku, khususnya psikologi dan filsafat. Pria yang sempat bekerja di salah satu perusahaan internasional ini lahir dan besar di Surabaya.

Profil Selengkapnya >>

Puisi Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Stigma dan Tradisi: Laki-laki, Perempuan... Mana yang Lebih Baik?


H.O.S Tjokroaminoto: Priyayi dengan Profesi Teknisi Sekaligus Politisi yang Berjiwa Pendidik


Lockwood & Co.: Screaming Staircase - Misteri Jeritan di Undakan Rumah Berhantu


Gone Girl - Ketika Cinta Berakhir, Yang Tersisa Hanyalah Kematian


Happy - Mocca Band (Dinyanyikan Ulang Oleh Aldin)


My Pancake Restoran Surabaya  Town Square


Omahku - Ngobrol dan Nongkrong dalam Kesederhanaan


Pantai Kutang - Keindahan Pantai Perawan Di Lamongan


The Backstage Surabaya (Bagian 1) : How To Start A StartUp


My Toilet Prince - Pintu Pertama


Cheongsam Bunga Teratai Mei Lien


Dalam Sekam Kehidupan