Perjalanan, Pergulatan Waktu

24 Jul 2015    View : 1345    By : Tsaidun


Perjalanan,
pergulatan waktu,
serta pengorbanan
Membias luka di setiap sudut masa

Kering,
Namun bekas banyak menoreh sesal
Harusnya satu yang layak direngkuh


(gambar diambil dari playbuzz.com)

Angan banyak bermain di area keangkuhan
Larut pun membelai tulang

Untukmu bayang laluku, jangan merunduk
Tak layak buatmu, kau ada di era kini

Bangun, jangan macam laki takut perempuan
Bukan harapku membuatmu biru
Kalau merah layaknya darah,
jika putih mutlak seputih tulang

 

Surabaya,

September 2014




Tsaidun

Tsaidun adalah seorang spiritualis yang gemar membaca buku, khususnya psikologi dan filsafat. Pria yang sempat bekerja di salah satu perusahaan internasional ini lahir dan besar di Surabaya.

Profil Selengkapnya >>

Puisi Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Cinderella dan Wanita Masa Kini: Sebuah Dekonstruksi Dongeng


Bicara Tentang Orizuka - Menulis Adalah Passion, Bukan Occupation


My Boyfriend's Wedding Dress... Gaun Pengantin Cowokku?


Ada Apa Dengan Cinta? 2 - Setelah Beberapa Purnama Terlewati


Sugar - Maroon 5: Kejutan Manis Di Pesta Pernikahan


Kue Cubit Surabaya - Cubit Gigit Legit


Coffee Bean & Tea Leaf Surabaya Town Square


Pantai Pelang


Literasi Februari: GRI Regional Surabaya, Gol A Gong, dan Tias Tatanka


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Lima)


Balada Sebuah Perut


Termangu Gadis Itu