Perjalanan, Pergulatan Waktu

24 Jul 2015    View : 1408    By : Tsaidun


Perjalanan,
pergulatan waktu,
serta pengorbanan
Membias luka di setiap sudut masa

Kering,
Namun bekas banyak menoreh sesal
Harusnya satu yang layak direngkuh


(gambar diambil dari playbuzz.com)

Angan banyak bermain di area keangkuhan
Larut pun membelai tulang

Untukmu bayang laluku, jangan merunduk
Tak layak buatmu, kau ada di era kini

Bangun, jangan macam laki takut perempuan
Bukan harapku membuatmu biru
Kalau merah layaknya darah,
jika putih mutlak seputih tulang

 

Surabaya,

September 2014




Tsaidun

Tsaidun adalah seorang spiritualis yang gemar membaca buku, khususnya psikologi dan filsafat. Pria yang sempat bekerja di salah satu perusahaan internasional ini lahir dan besar di Surabaya.

Profil Selengkapnya >>

Puisi Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Generasi Global dalam Industri Pertelevisian: Menelisik Makna di Balik


Figur: Lia Indra Andriana - Dari Seorang Calon Dokter Gigi Menjadi Salah Satu Penerbit Berpengaruh


Vampire Flower 1


True Friend Never Die (Meung Gu): Arti Sahabat yang Sebenarnya


Blinded by Love - Karena Cinta Sungguh Membutakan


Goyang Kaki Dan Goyang Lidah Di Lontong Kikil Bu Dahlia


Patbingsoo - Yang Gurih-Manis Ala Korea di Surabaya


Pantai Konang: Pesona Di Balik Gunung Trenggalek


Literasi Desember: Literaturia, Budaya Berpikir Kritis, dan Literasi Media (Bag. 1)


My Toilet Prince - Pintu Pertama


Oma Lena - Part 2


Segaris Pandang