Perjalanan, Pergulatan Waktu

24 Jul 2015    View : 1957    By : Tsaidun


Perjalanan,
pergulatan waktu,
serta pengorbanan
Membias luka di setiap sudut masa

Kering,
Namun bekas banyak menoreh sesal
Harusnya satu yang layak direngkuh


(gambar diambil dari playbuzz.com)

Angan banyak bermain di area keangkuhan
Larut pun membelai tulang

Untukmu bayang laluku, jangan merunduk
Tak layak buatmu, kau ada di era kini

Bangun, jangan macam laki takut perempuan
Bukan harapku membuatmu biru
Kalau merah layaknya darah,
jika putih mutlak seputih tulang

 

Surabaya,

September 2014




Tsaidun

Tsaidun adalah seorang spiritualis yang gemar membaca buku, khususnya psikologi dan filsafat. Pria yang sempat bekerja di salah satu perusahaan internasional ini lahir dan besar di Surabaya.

Profil Selengkapnya >>

Puisi Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Takdir Dan Pertanda-Pertanda


Glaze - Galeri Patah Hati, Cinta, dan Tangis


Bukit Pawuluhan: Bukan Bukit Biasa


Warm Bodies - Menggali Kehidupan dari Kematian


Dimas-Lissa: Pudarkan Kapitalisasi Pendidikan Lewat Sekolah Gratis Ngelmu Pring


My Pancake Restoran Surabaya  Town Square


my Kopi-O! Salah Satu Spot Nongkrong dan Ngobrol Asyik


Bersama Sebuah Buku dan Sebatang Rokok


Reason - Eva Celia: Sebuah Penemuan Jati Diri


Basha Market Chapter 2 - Merayakan Kreatifitas Lokal


Merah Balada


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Lima)