Tertinggal, Tertanggal

01 May 2015    View : 2355    By : Niratisaya


(I)
Satu sepatu
di atas rumput
sendiri,
tertanggal,
tak terjemput

Kering ditimpa nyalang matahari
tak punya kawan bertukar perih
tak punya lawan berbagi nyeri
ditinggal pergi si pemilik

 

Satu sepatu
di tengah laju waktu
terkelupas suka,
ditinggal duka,
berkubang lara

Menjerit dia dalam bisu;
meneriakkan satu nama
yang tak lagi ada dalam ingatannya
namun terus menggema

footstep on sand
(gambar diambil dari pixshark.com)

Satu sepatu
tergeletak dalam pengembaraan
telanjang si pemilik menyusuri bumi;
menjejaki dunia sambil memberang,
mengumbar nafsu jalang,
menanggalkan semua yang menempel di badan

 

Satu sepatu
punya si pemilik telanjang yang terus mengutuk
merutuk tanpa bentuk
menyumpah dalam suntuk
bersama hati yang tak mau diketuk

 

Niratisaya (KP Januwarsi)

Surabaya, 1107-0515

 

 

Puisi Artebia lainnya:




Niratisaya

Niratisaya a.k.a Kuntari P. Januwarsi (KP Januwarsi) adalah Co-Founder Artebia yang juga seorang penulis, editor, dan penerjemah.

Profil Selengkapnya >>

Puisi Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Dari Hati Ke Hati: Sepiring Kupang Dan Ketangguhan Dalam Menjalani Kehidupan


Bicara Tentang Orizuka - Menulis Adalah Passion, Bukan Occupation


The Palace of Illusions: Ketulusan Cinta Para Pandawa


Teacher's Diary (Khid Thueng Withaya) (2014): Penghargaan Guru di Thailand


Sugar - Maroon 5: Kejutan Manis Di Pesta Pernikahan


Goyang Kaki Dan Goyang Lidah Di Lontong Kikil Bu Dahlia


Taman Patung Kuda Gunung Sari - Taman Segala Usia


Air Terjun Coban Sewu: Niagaranya Indonesia (part 1)


Literasi Oktober: Goodreads Surabaya, Mahfud Ikhwan, dan Kambing


My Toilet Prince - Pintu Pertama


Bersama Sebuah Buku dan Sebatang Rokok


Aku Tak Ingin Lomba Balap Karung, Bu.