Tertinggal, Tertanggal

01 May 2015    View : 1709    By : Niratisaya


(I)
Satu sepatu
di atas rumput
sendiri,
tertanggal,
tak terjemput

Kering ditimpa nyalang matahari
tak punya kawan bertukar perih
tak punya lawan berbagi nyeri
ditinggal pergi si pemilik

 

Satu sepatu
di tengah laju waktu
terkelupas suka,
ditinggal duka,
berkubang lara

Menjerit dia dalam bisu;
meneriakkan satu nama
yang tak lagi ada dalam ingatannya
namun terus menggema

footstep on sand
(gambar diambil dari pixshark.com)

Satu sepatu
tergeletak dalam pengembaraan
telanjang si pemilik menyusuri bumi;
menjejaki dunia sambil memberang,
mengumbar nafsu jalang,
menanggalkan semua yang menempel di badan

 

Satu sepatu
punya si pemilik telanjang yang terus mengutuk
merutuk tanpa bentuk
menyumpah dalam suntuk
bersama hati yang tak mau diketuk

 

Niratisaya (KP Januwarsi)

Surabaya, 1107-0515

 

 

Puisi Artebia lainnya:




Niratisaya

Niratisaya a.k.a Kuntari P. Januwarsi (KP Januwarsi) adalah Co-Founder Artebia yang juga seorang penulis, editor, dan penerjemah.

Profil Selengkapnya >>

Puisi Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Mengasah Rasa Lewat Kehidupan dan Gelombang Ujian


Alvi Syahrin - Semua Berawal Dari Mimpi Dan Kemudian Menjadi Nyata


Giveaway: Happiness is You Karya Clara Canceriana


The Swimmer (Fak Wai Nai Kai Ther): Ketika Persahabatan Menjadi Dendam


How Deep Is Your Love - Calvin Harris: Dalamnya Cinta Lewat Deep House Music


Berkuliner Ala Foodtruck Fiesta di Graha Fairground Surabaya Barat


Matcha Cafe: Curhat Ditemani Olahan Green Tea Nikmat


Penelusuran dan Napak Tilas Reruntuhan Situs Candi Pendharmaan Ken Angrok di Kabupaten Malang (Bagian 1)


Tea Tasting Bersama Havelteh


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Ketiga)


Pria Asing Di Pos Kamling


Sajak Malam Dingin