Lapang Sunyi, Senyap Ruang

24 Jan 2016    View : 2232    By : Niratisaya


Lapang sunyi merangkum senyap ruangku

Samar di kejauhan,

dalam gaung udara,

terdengar nyanyi duka

 

Sebuah dendang senandung berbalut tanya,

di suara seorang wanita

 

"Di mana damai,

ketika dunia masih bergelayut ramai?

Di mana surga,

saat di depan hanya terhampar neraka?"

 

 

Dalam sunyi,

di senyap ruang,

aku diam mendengar

Aku diam melempar tatapan di langit kamar

 

Sementara,

di depanku termenung kipas angin tua

Bungkam,

menggeleng dia bergerak

Mewakili rasa dalam sukma,

bisu berteriak

 

 

Niratisaya,

Surabaya, 22122016

Dalam kenangan atas Ibu yang menyanyikan "Perdamaian" di kala sakitku.




Niratisaya

Niratisaya a.k.a Kuntari P. Januwarsi (KP Januwarsi) adalah Co-Founder Artebia yang juga seorang penulis, editor, dan penerjemah.

Profil Selengkapnya >>

Puisi Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Traveling: Mimpi, Destinasi, Tujuan, Makna


Edwin Ruser dan KoreanUpdates - Menghidupkan Mimpi Lewat Passion


Mendung Pekat dan Indahnya Pelangi dalam Apa Pun Selain Hujan


Ada Apa Dengan Cinta? 2 - Setelah Beberapa Purnama Terlewati


Reason - Eva Celia: Sebuah Penemuan Jati Diri


Depot Gresik


Matcha Cafe: Curhat Ditemani Olahan Green Tea Nikmat


Jelajah Pantai Pacitan: Pantai Banyu Tibo


Literasi Oktober: Goodreads Surabaya, Mahfud Ikhwan, dan Kambing


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Ketiga)


Ode Untuk Si Bungsu


Narasi Rindu