Lapang Sunyi, Senyap Ruang

24 Jan 2016    View : 1411    By : Niratisaya


Lapang sunyi merangkum senyap ruangku

Samar di kejauhan,

dalam gaung udara,

terdengar nyanyi duka

 

Sebuah dendang senandung berbalut tanya,

di suara seorang wanita

 

"Di mana damai,

ketika dunia masih bergelayut ramai?

Di mana surga,

saat di depan hanya terhampar neraka?"

 

 

Dalam sunyi,

di senyap ruang,

aku diam mendengar

Aku diam melempar tatapan di langit kamar

 

Sementara,

di depanku termenung kipas angin tua

Bungkam,

menggeleng dia bergerak

Mewakili rasa dalam sukma,

bisu berteriak

 

 

Niratisaya,

Surabaya, 22122016

Dalam kenangan atas Ibu yang menyanyikan "Perdamaian" di kala sakitku.




Niratisaya

Niratisaya a.k.a Kuntari P. Januwarsi (KP Januwarsi) adalah Co-Founder Artebia yang juga seorang penulis, editor, dan penerjemah.

Profil Selengkapnya >>

Puisi Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Takdir Dan Pertanda-Pertanda


Bicara Tentang Orizuka - Menulis Adalah Passion, Bukan Occupation


Hujan dan Pelangi


Present Perfect: Seandainya Waktu Dapat Diputar Kembali


Reason - Eva Celia: Sebuah Penemuan Jati Diri


Warung Wulan - Resto All You Can Eat Murah Meriah


Milk Kingdom - Humble Place to Cast Away Your Boredom


Mengenang Sejarah Dukuh Kemuning Dan Menguak Peninggalan Kepurbakalaannya


Pameran Lukisan


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Tujuh)


Angel's Smile


Sang Wanita Dan Kuburan Rasa