Pupus, Hanyut, Lepas

09 Feb 2016    View : 1532    By : Tsaidun


tersungkur,
meratap dalam dekap kesenduan duka
ketika bilur luka membias dalam langkahnya

detak nadinya menjerit meraih kasihNya
seperti derita panjang menyertai sebuah kehidupan

geliat ke-aku-an mengajarkan sebuah kekufuran
menyeret,
melempar suara kebenaran

kemampuan untuk bangun sebagai hamba
pupus,
hanyut,
lepas dalam alur awal penciptaan

tetes sesal meluber merangkum lara
meresap di setiap sudut tulang
melahirkan benci,
membesarkan sesal

sejuta kata tanya melesat dari busur kemanusiaan
menembus qolb
membias membentuk cadas
gerak pengabdian terlukis lewat pejaman panjang

 




Tsaidun

Tsaidun adalah seorang spiritualis yang gemar membaca buku, khususnya psikologi dan filsafat. Pria yang sempat bekerja di salah satu perusahaan internasional ini lahir dan besar di Surabaya.

Profil Selengkapnya >>

Puisi Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Stigma dan Tradisi: Perempuan, Terlahir Sebagai Penghuni Neraka


Indah Kurnia, Memimpin Tanpa Kehilangan Identitas Sebagai Wanita


Lockwood & Co.: Screaming Staircase - Misteri Jeritan di Undakan Rumah Berhantu


Attack on Titan (進撃の巨人 - Shingeki no Kyojin)


Membaluri Luka dengan Cinta dalam Lagu I'm Not The Only One


Depot Asih Jaya, Pusat Soto Lamongan


Libreria Eatery - Tempat Pas untuk Memberi Makan Perut dan Otak


Ledok Ombo Campground - Poncokusumo Malang


Literasi Desember: Literaturia, Budaya Berpikir Kritis, dan Literasi Media (Bag. 2)


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Ketiga)


Oma Lena - Part 1


Sajak Malam Dingin