Pupus, Hanyut, Lepas

09 Feb 2016    View : 1358    By : Tsaidun


tersungkur,
meratap dalam dekap kesenduan duka
ketika bilur luka membias dalam langkahnya

detak nadinya menjerit meraih kasihNya
seperti derita panjang menyertai sebuah kehidupan

geliat ke-aku-an mengajarkan sebuah kekufuran
menyeret,
melempar suara kebenaran

kemampuan untuk bangun sebagai hamba
pupus,
hanyut,
lepas dalam alur awal penciptaan

tetes sesal meluber merangkum lara
meresap di setiap sudut tulang
melahirkan benci,
membesarkan sesal

sejuta kata tanya melesat dari busur kemanusiaan
menembus qolb
membias membentuk cadas
gerak pengabdian terlukis lewat pejaman panjang

 




Tsaidun

Tsaidun adalah seorang spiritualis yang gemar membaca buku, khususnya psikologi dan filsafat. Pria yang sempat bekerja di salah satu perusahaan internasional ini lahir dan besar di Surabaya.

Profil Selengkapnya >>

Puisi Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Mengajar Itu Layaknya Orang Yang Ingin Membina Hubungan, Butuh Proses PDKT


Bicara Tentang Orizuka - Menulis Adalah Passion, Bukan Occupation


Park Hee Jung's Cat and Dog - Komik tentang Anjing dan Kucing


Me Sharing A Copy of My Mind


Epik High's Happen Ending - Cinta dan Hubungan Antarmanusia


Warung Wulan - Resto All You Can Eat Murah Meriah


Gujo Cafe Surabaya: Cangkrukan Enak Bernuansa Tradisional-Modern


Pantai Kutang - Keindahan Pantai Perawan Di Lamongan


Tea Tasting Bersama Havelteh


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Lima)


Balada Sebuah Perut


Setitik  Tuba