Pupus, Hanyut, Lepas

09 Feb 2016    View : 1505    By : Tsaidun


tersungkur,
meratap dalam dekap kesenduan duka
ketika bilur luka membias dalam langkahnya

detak nadinya menjerit meraih kasihNya
seperti derita panjang menyertai sebuah kehidupan

geliat ke-aku-an mengajarkan sebuah kekufuran
menyeret,
melempar suara kebenaran

kemampuan untuk bangun sebagai hamba
pupus,
hanyut,
lepas dalam alur awal penciptaan

tetes sesal meluber merangkum lara
meresap di setiap sudut tulang
melahirkan benci,
membesarkan sesal

sejuta kata tanya melesat dari busur kemanusiaan
menembus qolb
membias membentuk cadas
gerak pengabdian terlukis lewat pejaman panjang

 




Tsaidun

Tsaidun adalah seorang spiritualis yang gemar membaca buku, khususnya psikologi dan filsafat. Pria yang sempat bekerja di salah satu perusahaan internasional ini lahir dan besar di Surabaya.

Profil Selengkapnya >>

Puisi Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Traveling: Mimpi, Destinasi, Tujuan, Makna


Edwin Ruser dan KoreanUpdates - Menghidupkan Mimpi Lewat Passion


Lucio - Menemukan Rahasia Gelap Baja Alatas dan Dewi Swis


Siti - Perempuan dan Dalamnya Hati


Kun Anta - Humood Al Khuder: Jadilah Diri Sendiri


Happy Squid Dan MatchaPekoe: Kuliner Unik Ala Bazar Tematik


Burgerman - Burger Home-Made Khas Surabaya yang Selalu Bikin Ketagihan


House Of Sampoerna: Sebuah Album Kenangan Kota Surabaya


Festival Foto Surabaya - Menggugah Kepedulian Melalui Lensa


My Toilet Prince - Pintu Pertama


Tiga Puluh Tahunan (Part 1)


MENGAPA?