Pupus, Hanyut, Lepas

09 Feb 2016    View : 1781    By : Tsaidun


tersungkur,
meratap dalam dekap kesenduan duka
ketika bilur luka membias dalam langkahnya

detak nadinya menjerit meraih kasihNya
seperti derita panjang menyertai sebuah kehidupan

geliat ke-aku-an mengajarkan sebuah kekufuran
menyeret,
melempar suara kebenaran

kemampuan untuk bangun sebagai hamba
pupus,
hanyut,
lepas dalam alur awal penciptaan

tetes sesal meluber merangkum lara
meresap di setiap sudut tulang
melahirkan benci,
membesarkan sesal

sejuta kata tanya melesat dari busur kemanusiaan
menembus qolb
membias membentuk cadas
gerak pengabdian terlukis lewat pejaman panjang

 




Tsaidun

Tsaidun adalah seorang spiritualis yang gemar membaca buku, khususnya psikologi dan filsafat. Pria yang sempat bekerja di salah satu perusahaan internasional ini lahir dan besar di Surabaya.

Profil Selengkapnya >>

Puisi Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Cinderella dan Wanita Masa Kini: Sebuah Dekonstruksi Dongeng


Edwin Ruser dan KoreanUpdates - Menghidupkan Mimpi Lewat Passion


1001 Fakta yang Sulit Dipercaya: Mengejutkan Pikiran, Tidak Mungkin, dan Aneh!


True Friend Never Die (Meung Gu): Arti Sahabat yang Sebenarnya


5 Lagu Indonesia Tahun 90-an Mengesankan Versi Artebia


Nikmatnya Sop Buntut di


Coffee Bean & Tea Leaf Surabaya Town Square


Jejak Kaki Artebia: Menyusuri Sejarah Surabaya Edisi Siola


WTF Market - Moire: A One-Stop Entertainment Market


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Lima)


Tiga Puluh Tahunan (Part 2 - End)


Nyata dan Ilusi