Masa (I)

16 Oct 2015    View : 1722    By : Tsaidun


Menyusup pelan,

memeluk harap,

redup dalam keraguan

 

Merenda langkah tanpa bekas

terajut membentuk dalam angan

 

Untaian tak terbaca,

lantaran langkah tersulut emosi

 

Masa pun tertangguhkan,

berebut dalam ruang tanpa sinar

 

Time Travel

Sumber gambar di sini 

 

Detak berpacu,

terbalut dalam keraguan,

semakin jauh dari harap

 

Pekat pun memeluk erat,

gundah berebut tahta

 

Sementara jiwa tersulut terik hangatnya diri

Melempar identitas sebagai hamba

 

Tertatih dalam penyesalan,

terbangun dari mimpi

Langit memerah berbatas senja.

 

 

Tsaidun,

Surabaya 102015

 

Sumber header diambil dari sini.

 




Tsaidun

Tsaidun adalah seorang spiritualis yang gemar membaca buku, khususnya psikologi dan filsafat. Pria yang sempat bekerja di salah satu perusahaan internasional ini lahir dan besar di Surabaya.

Profil Selengkapnya >>

Puisi Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Malaikat Tak Bersayap


Bicara Tentang Orizuka - Menulis Adalah Passion, Bukan Occupation


Dunia Cecilia - Dialog Surga Dan Bumi


Filosofi Kopi - Bukan Sekedar Adaptasi Dari Cerita Pendek


Reason - Eva Celia: Sebuah Penemuan Jati Diri


Bakso Hitam Chok Judes: Ada Lezat Di Balik Pekat


Omahku - Ngobrol dan Nongkrong dalam Kesederhanaan


Bukit Pawuluhan: Bukan Bukit Biasa


Literasi Oktober: GRI Regional Surabaya - Menimbang Buku dalam Resensi


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Enam)


Cheongsam Bunga Teratai Mei Lien


Hujan Sepasar Kata