Masa (I)

16 Oct 2015    View : 1658    By : Tsaidun


Menyusup pelan,

memeluk harap,

redup dalam keraguan

 

Merenda langkah tanpa bekas

terajut membentuk dalam angan

 

Untaian tak terbaca,

lantaran langkah tersulut emosi

 

Masa pun tertangguhkan,

berebut dalam ruang tanpa sinar

 

Time Travel

Sumber gambar di sini 

 

Detak berpacu,

terbalut dalam keraguan,

semakin jauh dari harap

 

Pekat pun memeluk erat,

gundah berebut tahta

 

Sementara jiwa tersulut terik hangatnya diri

Melempar identitas sebagai hamba

 

Tertatih dalam penyesalan,

terbangun dari mimpi

Langit memerah berbatas senja.

 

 

Tsaidun,

Surabaya 102015

 

Sumber header diambil dari sini.

 




Tsaidun

Tsaidun adalah seorang spiritualis yang gemar membaca buku, khususnya psikologi dan filsafat. Pria yang sempat bekerja di salah satu perusahaan internasional ini lahir dan besar di Surabaya.

Profil Selengkapnya >>

Puisi Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Ayah Dan Hari Ayah


Indah Kurnia, Memimpin Tanpa Kehilangan Identitas Sebagai Wanita


Cafe Waiting Love - Kompleksnya Kesederhanaan Cinta Ala Remaja


Guru Bangsa Tjokroaminoto


Anti-Hero - Menjadi Pahlawan dengan Tidak Menjadi Pahlawan


Berkuliner Ala Foodtruck Fiesta di Graha Fairground Surabaya Barat


Zein's Cafe - Ngupi Cantik Tanpa Jadi Pelit


Terbang Dengan Kursi Mabur Di Sindu Kusuma Edupark


WTF Market Kembali All Out Untuk Surabaya


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Ketiga)


Cheongsam Bunga Teratai Mei Lien


Termangu Gadis Itu