Masa (I)

16 Oct 2015    View : 2324    By : Tsaidun


Menyusup pelan,

memeluk harap,

redup dalam keraguan

 

Merenda langkah tanpa bekas

terajut membentuk dalam angan

 

Untaian tak terbaca,

lantaran langkah tersulut emosi

 

Masa pun tertangguhkan,

berebut dalam ruang tanpa sinar

 

Time Travel

Sumber gambar di sini 

 

Detak berpacu,

terbalut dalam keraguan,

semakin jauh dari harap

 

Pekat pun memeluk erat,

gundah berebut tahta

 

Sementara jiwa tersulut terik hangatnya diri

Melempar identitas sebagai hamba

 

Tertatih dalam penyesalan,

terbangun dari mimpi

Langit memerah berbatas senja.

 

 

Tsaidun,

Surabaya 102015

 

Sumber header diambil dari sini.

 




Tsaidun

Tsaidun adalah seorang spiritualis yang gemar membaca buku, khususnya psikologi dan filsafat. Pria yang sempat bekerja di salah satu perusahaan internasional ini lahir dan besar di Surabaya.

Profil Selengkapnya >>

Puisi Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Ayah Dan Hari Ayah


Widyoseno Estitoyo: Pebisnis Muda, Aktivis Sosial, Dan Pekerja Seni


Everlasting - Terkadang, Ada yang Tak Bisa Dihapus Waktu


Attack on Titan (進撃の巨人 - Shingeki no Kyojin)


Kun Anta - Humood Al Khuder: Jadilah Diri Sendiri


Berkuliner Ala Foodtruck Fiesta di Graha Fairground Surabaya Barat


Heerlijk Gelato


Pantai Kutang - Keindahan Pantai Perawan Di Lamongan


WTF Market - Moire: A One-Stop Entertainment Market


My Toilet Prince - Pintu Pertama


Tiga Puluh Tahunan (Part 2 - End)


Dalam Sekam Kehidupan