Dalam Sekam Kehidupan

21 Mar 2016    View : 1486    By : Niratisaya


Lama digaulinya keras kehidupan

Bertahun dijadikannya duka sebagai teman

Hingga keberadaan sepi tak lagi berarti

begitu pula kehadiran sendiri,

yang tak kunjung pergi

 

Dalam kosong, diisinya lowong

Sambil merunduk, coba dirajutnya satu wujud hidup

Dipilinnya pelan dan perlahan segala kelembutan yang tak ia rasakan,

juga bahagia dan suka yang berwindu tak menyapanya

Semua, diselipkannya dalam kenangan

yang satu waktu nanti diputarnya ulang

 

Nyaris seabad, ditambatkannya seluruh keras hidup

Lebih dari sembilan dasawarsa, dilabuhkannya seluruh duka

bersama angan akan kelembutan,

serta mimpi tentang bahagia,

ke dalam sekam kehidupan

 

 

 Lamat, dibisikannya….

“Jadilah keras, namun jangan lupa melembut, Nak.

Teriakkan dukamu, dan jangan pernah menelan air matamu

Sekali pun, jangan berharap atas kebahagiaan yang baka.

Karena inilah hidup; ia selalu bersua dengan suka

sembari memeluk duka dan menggamit kerasnya hidup

dalam tipis batinnya.”

 

Lalu, dirundukkannya kembali kepala di tengah sebentuk hidup,

ditisikkannya sekali lagi doa tiap relung kalbu,

dan dijejakkannya di batin, tentang hidupnya yang belum lagi terwujud

 

Di sana, di antara hampa ruang dan hening udara,

digantungkannya asa serta layang harap

pada mereka yang acap kali menohokkan putih dan hitam

ke dalam logikanya

Sementara nyata-nyata dirinya dan mereka paham

Abu-abulah yang mendekap adanya hidup dan kehidupan

 

"Kau belum paham, Nak.

Kau belum paham...."

Dibisikkannya kata itu

sebelum kembali dipandangnya kehidupan

dengan sekulum pahit senyum dan genangan di mata

 

 

 

Niratisaya

Surabaya

290915-210316

 

 

Header's ilustration: maciejdakowicz.com

 


Tag :


Niratisaya

Niratisaya a.k.a Kuntari P. Januwarsi (KP Januwarsi) adalah Co-Founder Artebia yang juga seorang penulis, editor, dan penerjemah.

Profil Selengkapnya >>

Puisi Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Cinderella dan Wanita Masa Kini: Sebuah Dekonstruksi Dongeng


Alvi Syahrin - Semua Berawal Dari Mimpi Dan Kemudian Menjadi Nyata


Einstein Aja Ingin Tahu! (Jilid 1)


Cheese In The Trap - Jebakan Si Keju Untuk Sang Tikus


Membaluri Luka dengan Cinta dalam Lagu I'm Not The Only One


My Pancake Restoran Surabaya  Town Square


Milk Kingdom - Humble Place to Cast Away Your Boredom


Napak Tilas Aliran Lahar Gunung Merapi: Lava Tour Merapi


Basha Market Chapter 2 - Merayakan Kreatifitas Lokal


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Ketiga)


Ode Untuk Si Bungsu


Kudemi Masamu