Jingga Senja Sewarna Darah

04 Dec 2016    View : 1666    By : Niratisaya


Jingga senja
Bercampur merah
Nyaris sewarna darah

Apakah di sana terselip dukamu?
Yang seharian kau lempar
Semalaman kau umbar
Dan kau pamerkan bersama cintamu
Yang kini menjadi abu

Apakah di sana kau titipkan lukamu?
Yang setiap saat kau garuk
Tanpa peduli langkahmu tersaruk-saruk

Namun,
Jingga tak selamanya memerah
Dan langit takkan selalu dihiasi senja
Begitu pula lukamu

bloody hand

Kau takkan melulu terluka
Mengeluarkan darah
Atau mengumbar sumpah serapah

Karena orang mungkin sudah muak mendengarnya

Juga kau terlalu muda
untuk menghadiahi dunia,
atau Tuhan,
dengan segala sumpah serapah

Kau baru menjejakkan kehidupanmu selama dua dasawarsa
Dan belum selesai belajar membaca
Apalagi memahami dunia

Pun, sakitmu tak sebanding
Jika disandingkan dengan lara Bumi
Yang kerap dikhianati
Serta dikencingi

 

 

 

Niratisaya

Surabaya
231116-041216

 

Source header: tweakertea.deviantart.com


Tag :


Niratisaya

Niratisaya a.k.a Kuntari P. Januwarsi (KP Januwarsi) adalah Co-Founder Artebia yang juga seorang penulis, editor, dan penerjemah.

Profil Selengkapnya >>

Puisi Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Filosofi Pohon Pisang Pada Hubungan Ayah Dan Anak


Dimas-Lissa: Pudarkan Kapitalisasi Pendidikan Lewat Sekolah Gratis Ngelmu Pring


To All The Boys I've Loved Before - Siapa Bilang Hati Manusia Hanya Bisa Untuk Satu Orang?


Filosofi Kopi - Bukan Sekedar Adaptasi Dari Cerita Pendek


Keep Being You - Isyana Sarasvati


Berkuliner Ala Foodtruck Fiesta di Graha Fairground Surabaya Barat


Matcha Cafe: Curhat Ditemani Olahan Green Tea Nikmat


Jelajah Pantai Pacitan: Pantai Banyu Tibo


Majapahit Travel Fair 2016


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Ketiga)


Nyala Lilin yang Menerangi Wanita Itu di Kala Malam


Setitik  Tuba