Nyata dan Ilusi

07 Jun 2017    View : 1118    By : Nurhidayah Tanjung


Antara aku dan semua ini serasa begitu nyata

Tapi ilusi selalu saja turut membayangi

Di mana aku hanya mampu mengharap

Dan bertekuk saat nyata menghampiri

 

Entah aku harus jujur atau tetap menyimpan rasa

Di mana aku tak bisa berbuat apa-apa

Tak ada tangis, tapi sayatan manis

Senyum kepalsuan itu memang nyata adanya, karena aku telah melaksanakannya

 

Aku tidak pernah menyangka, sesulit ini mencinta

Yang pada akhirnya rasa benci datang jua

Padahal yang aku baca, cinta itu adalah bisa

Bisa mengubah rasa suka agar tak menjadi ilusi

 

 


Tag :


Nurhidayah Tanjung

Nurhidayah Tanjung adalah dara berdarah Medan yang berkuliah di Jurusan Ilmu Komunikasi, yang cinta mati kepada kegiatan menulis.

Profil Selengkapnya >>

Puisi Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Ketika Media Sosial Menghilangkan Esensi Makhluk Sosial


Lalu Abdul Fatah - Profesi, Delusi, dan Identitas Diri


Aku Ingin Tahu #1: Jawaban dari Ratusan Pertanyaan


Gone Girl - Ketika Cinta Berakhir, Yang Tersisa Hanyalah Kematian


Reason - Eva Celia: Sebuah Penemuan Jati Diri


Nasi Goreng dan Mi Goreng Pak Is


Perpustakaan Bank Indonesia, Surabaya - Perpustakaan Umum Senyaman Perpustakaan Pribadi


Wisata Religi: Makam Maulana Sayyid Ismail Janti, Jogoroto, Jombang


Diskusi Bersama Alvi Syahrin dan Ika Vihara: Wattpad dan Sastra Digital


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Tujuh)


Twist and Shout (Part 2)


Dor!