Tentang Waktu

08 Mar 2015    View : 1887    By : Nadia Sabila


Suatu waktu, jiwa bertanya pada awang-awang sukma:

Pemburu tercepat?
Waktu, kau tak akan bisa berkelit;

Penjara terkokoh?
Waktu, kau tak akan bisa melarikan diri;

Penjaga terteguh?
Waktu, betapapun kau mohon ia untuk berhenti atau berlari ia tak akan iba;

Penghukum terkejam?
Waktu, ia hukum manusia dengan penyesalan yang selalu dibuat terlambat;

Waktu jahat. waktu menyakitkan;
Tidak. Karena waktu jugalah penyembuh luka dan pematang jiwa terampuh;

Baik, aku akan diam dan menunggu waktu datang;
Jangan, kau akan terlindas;

Ya sudah, aku akan berjalan di depan waktu;
Belum saatnya, mendahului kadang menjadi terlalu berbahaya;

Lalu untuk apa ada waktu?;
Bagaimana menurutmu?;
Aku bertanya padamu, jangan buang-buang waktuku dengan membuatku menunggu;
Karena cerita dan warna dalam hidupmu tercipta kala kau menunggu;
Katamu aku akan terlindas jika aku pasrah menunggu?;
Tapi bukan berarti kau tak boleh terburu-buru;
Mengapa aku harus terburu-buru?;
Karena jika tidak, akan ada hal yang akan terlewat;
Biar saja, aku bisa mencari lain waktu;
Tapi jika tak juga kau temu? Kau tak bisa kembali ke masa lalu;
Tak apa, aku relakan, aku perbaiki di masa depan;
Masa depan adalah misteri, tak ada yang tahu;
Lalu apa yang harus aku lakukan? Waktu terlalu wagu;
Aku pun tak tahu;

Apa itu waktu?
Siapakah waktu?
Dimanakah waktu?
Bagaimanakah waktu?
Kapankah waktu?;
Entah, waktu adalah misteri;
Artinya, tanyaku tak terjawab;
Berjalanlah beriringan dengan waktu, karena waktu pula yang akan menjawab tanyamu.

Kita punya waktu, manfaatkanlah waktu, untuk menaklukkan waktu sebelum sampai pada waktunya.
Ya, hidupmu adalah tentang waktu. HANYA WAKTU.

 

waktu

 

Puisi Artebia lainnya:




Nadia Sabila

Nadia Sabila adalah seorang jurnalis yang menggandrungi travelling dan makanan pedas.

Profil Selengkapnya >>

Puisi Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Dari Hati Ke Hati: Sepiring Kupang Dan Ketangguhan Dalam Menjalani Kehidupan


Indah Kurnia, Memimpin Tanpa Kehilangan Identitas Sebagai Wanita


To All The Boys I've Loved Before - Siapa Bilang Hati Manusia Hanya Bisa Untuk Satu Orang?


Maleficent - Dekonstruksi Cinta Sejati dan Dongeng Putri Tidur


Nash - Ya Rabbana Anta Maulana


Soto Khas Lamongan Di Pandean, Ngoro


Omnivoro Ciputra World, Fusion Cafe untuk Para Omnivora


Pantai Sedahan: Sebuah Keindahan Tersembunyi


Literasi Desember: Literaturia, Budaya Berpikir Kritis, dan Literasi Media (Bag. 2)


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Ketiga)


Nyala Lilin yang Menerangi Wanita Itu di Kala Malam


Kesenyapan Memeluk di Kesendirian