MENGAPA?

22 Sep 2015    View : 1431    By : Tsaidun


Harusnya tidaklah lurus menjanjikan

Karena hari kemarin sekadar awal hari ini

Tak beda jauh, pandang kita terbatasi

Utuh, timbul dari bekas tapak terdahulu

Meleng, serapah mencuat menampar telinga

Bekas, lekat erat di setiap langkah kita

sumber ilustrasi: arst349.blogs.bucknell.edu

Jalan bercabang menghentikan langkah

Lantas kenapa dunia harus terlihat?

Jika pandang ini membentur tatap tak selaras

Bukanlah hukum yang ada

Kadang hamba melangkah melebihi-Nya

 

 

Header: prolificliving.com

 




Tsaidun

Tsaidun adalah seorang spiritualis yang gemar membaca buku, khususnya psikologi dan filsafat. Pria yang sempat bekerja di salah satu perusahaan internasional ini lahir dan besar di Surabaya.

Profil Selengkapnya >>

Puisi Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Om Telolet Om, Memanfaatkan Isu Viral Untuk Kemaslahatan Umum


Dimas-Lissa: Pudarkan Kapitalisasi Pendidikan Lewat Sekolah Gratis Ngelmu Pring


The Chronicles of Audy - Refleksi Kehidupan Seorang Gadis dalam Outline Skripsi


Hormones The Series Season 2: Realita Remaja Saat Ini (Part 2)


Happy - Mocca Band (Dinyanyikan Ulang Oleh Aldin)


Dari Surga Belanja Menjadi Surga Makanan, Kedai Tunjungan City


Libreria Eatery - Tempat Pas untuk Memberi Makan Perut dan Otak


Patirthan Candi Kidal Yang Tersembunyi


Festival Foto Surabaya - Menggugah Kepedulian Melalui Lensa


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Empat)


Pengelanaan Sempurna


Nyata dan Ilusi