MENGAPA?

22 Sep 2015    View : 1519    By : Tsaidun


Harusnya tidaklah lurus menjanjikan

Karena hari kemarin sekadar awal hari ini

Tak beda jauh, pandang kita terbatasi

Utuh, timbul dari bekas tapak terdahulu

Meleng, serapah mencuat menampar telinga

Bekas, lekat erat di setiap langkah kita

sumber ilustrasi: arst349.blogs.bucknell.edu

Jalan bercabang menghentikan langkah

Lantas kenapa dunia harus terlihat?

Jika pandang ini membentur tatap tak selaras

Bukanlah hukum yang ada

Kadang hamba melangkah melebihi-Nya

 

 

Header: prolificliving.com

 




Tsaidun

Tsaidun adalah seorang spiritualis yang gemar membaca buku, khususnya psikologi dan filsafat. Pria yang sempat bekerja di salah satu perusahaan internasional ini lahir dan besar di Surabaya.

Profil Selengkapnya >>

Puisi Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Stigma dan Tradisi: Laki-laki, Perempuan... Mana yang Lebih Baik?


Lalu Abdul Fatah - Profesi, Delusi, dan Identitas Diri


Just So Stories Sekadar Cerita


Filosofi Kopi - Bukan Sekedar Adaptasi Dari Cerita Pendek


Sugar - Maroon 5: Kejutan Manis Di Pesta Pernikahan


Mojok dan Makan Mi di Pojok II, Perak, Jombang


Heerlijk Gelato


Peneleh Daerah Penuh Pesona dan Sejarah: Rumah HOS Tjokroaminoto


Deja Vu: Pesta Ketiga WTF Market di Surabaya (Bagian 2 - End)


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Empat)


Oma Lena - Part 3


Lapang Sunyi, Senyap Ruang