Termangu Gadis Itu

25 Aug 2015    View : 1636    By : Niratisaya


Termangu gadis itu
di bingkai jendela
Dihabiskannya waktu
untuk menunggu
tanpa jeda

Berhari-hari di panas mentari
Di waktu-waktu mawar layu mati
Saat rumput kuning
mengering

Termangu gadis itu
di bingkai waktu
Di sana dia terus menunggu

gambar diambil dari delightcircle.wordpress.com

Sampai tiba hujan
di ujung malam
Sampai rumput
dan mawar tak lagi kerontang
Sampai harapannya kembali terbentang
Hingga semua sekali lagi berulang

Namun,
hingga detik ini
tak sekali pun harapan itu terpenuhi
Tak satu pun yang telah lalu
dan telah lintas melewatinya berulang kembali

 

Masih,
termangu gadis itu
di bingkai jendela tanpa jeda

 

Niratisaya,

Surabaya 1206-0815

 

Gambar header diambil dari hdwpics.com




Niratisaya

Niratisaya a.k.a Kuntari P. Januwarsi (KP Januwarsi) adalah Co-Founder Artebia yang juga seorang penulis, editor, dan penerjemah.

Profil Selengkapnya >>

Puisi Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Ketika Media Sosial Menghilangkan Esensi Makhluk Sosial


Prisca Primasari - Menulis Adalah Memberi Kado Pada Diri Sendiri


Supernova 1: Kesatria, Putri, & Bintang Jatuh


The Imitation Game - Menginspirasi Banyak Orang Tentang Makna Perbedaan


How Deep Is Your Love - Calvin Harris: Dalamnya Cinta Lewat Deep House Music


Kenikmatan Sederhana dalam Semangkuk Mi Ayam Seorang Pedagang Kaki Lima, Surabaya


Libreria Eatery - Tempat Pas untuk Memberi Makan Perut dan Otak


BaseCamp Home Stay Ranu Pane: Sudut Pandang Tepat


Basha Market Chapter 2 - Merayakan Kreatifitas Lokal


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Enam)


Kisah Tentang Himawari


Sebilik Ruang