Termangu Gadis Itu

25 Aug 2015    View : 1531    By : Niratisaya


Termangu gadis itu
di bingkai jendela
Dihabiskannya waktu
untuk menunggu
tanpa jeda

Berhari-hari di panas mentari
Di waktu-waktu mawar layu mati
Saat rumput kuning
mengering

Termangu gadis itu
di bingkai waktu
Di sana dia terus menunggu

gambar diambil dari delightcircle.wordpress.com

Sampai tiba hujan
di ujung malam
Sampai rumput
dan mawar tak lagi kerontang
Sampai harapannya kembali terbentang
Hingga semua sekali lagi berulang

Namun,
hingga detik ini
tak sekali pun harapan itu terpenuhi
Tak satu pun yang telah lalu
dan telah lintas melewatinya berulang kembali

 

Masih,
termangu gadis itu
di bingkai jendela tanpa jeda

 

Niratisaya,

Surabaya 1206-0815

 

Gambar header diambil dari hdwpics.com




Niratisaya

Niratisaya a.k.a Kuntari P. Januwarsi (KP Januwarsi) adalah Co-Founder Artebia yang juga seorang penulis, editor, dan penerjemah.

Profil Selengkapnya >>

Puisi Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Raga Senja Berjiwa Fajar: Sebuah Renungan Kemerdekaan Untuk Pemuda


Edwin Ruser dan KoreanUpdates - Menghidupkan Mimpi Lewat Passion


Supernova 1: Kesatria, Putri, & Bintang Jatuh


Suicide Squad - A Sweet Treat... Or A Sweet Threat?


Epik High's Happen Ending - Cinta dan Hubungan Antarmanusia


Warung Wulan - Resto All You Can Eat Murah Meriah


Libreria Eatery - Tempat Pas untuk Memberi Makan Perut dan Otak


Misteri serta Sejarah Jatimulyo dan Mojolangu, Malang (Bag. 2)


Literasi Oktober: Big Bad Wolf Menghantui (Pecinta Buku) Surabaya


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Kedua)


Oma Lena - Part 4 (TAMAT)


Dia Ramai Berhening