Einstein Aja Ingin Tahu! (Jilid 2)

24 Jul 2015    View : 2319    By : Arkana


Artebianz, kembali saya akan membahas tentang koleksi eksiklopedia yang saya miliki. Kali ini saya akan membahas seri ke-2 dari Einstein Aja Ingin Tahu. Berbeda dengan Jilid 1 sebelumnya. Jika Jilid 1 membahas mengenai ilmu sains yang ada di sekitar kita, di Jilid 2 ini akan membahas tentang beberapa hal mengenai ilmu sosial dan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi jika 'sesuatu' itu tidak ada.

Baca juga: 1001 Fakta Sejarah yang Mengerikan: Bersiaplah Menyelidiki Sejarah yang Mengerikan

 

Ini adalah beberapa pertanyaan yang terdapat di dalam Jilid 2.

Kalau oksigen begitu penting bagi kehidupan, mengapa atmosfer hanya seperlimanya mengandung oksigen?

Mengapa angin bertiup?

Apakah di planet lain ada hujan?

Dari mana zebra mendapatkan belangnya?

Mengapa laba-laba black widow memakan pasangannya?

Mengapa dikatakan orang, kucing punya sembilan nyawa?

Mengapa kita punya dua mata, tetapi hanya melihat segalanya satu?

Mengapa orang menguap dan mengapa menguap itu menular?

Dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan unik yang dilengkapi dengan pembahasan unik, ilmiah disertai fakta-fakta dan ilustrasi yang berbeda.
Seperti biasa, saya akan membahas salah satu pertanyaan dan jawaban unik yang terdapat di dalam buku ini. Pertanyaannya adalah….

Apa yang menyebabkan klaustrofobia dan fobia lainnya?

gambar diambil dari dubaitopic.ae

Fobia.

Apakah Artebianz memiliki satu atau lebih terhadap fobia?  Apakah fobia yang kalian miliki?

Fobia berasal dari bahasa Yunani yaitu “phobos”, yang artinya takut. Dan memang itulah fobia—kondisi yang menimbulkan serangan ketakutan atau kecemasan. Tetapi Artebianz, fobia bukanlah rasa takut yang normal yang dirasakan ketika sesuatu yang menakutkan benar-benar terjadi, layaknya segerombolan perampok yang mengacungkan pistolnya atau pisaunya untuk menakutimu agar kamu memberikan uangmu kepada perampok tersebut. Namun, bukan itu masalahnya.

Fobia memunculkan ketakutan luar biasa pada situasi yang sepertinya tidak membutuhkan rasa takut. Salah satu jenis fobia adalah klaustrofobia.

Klaustrofobia adalah rasa takut berada di tempat tertutup atau pengap, seperti lift, gerbong kereta bawah tanah, atau ruangan kecil tanpa jendela. Rasa takut terburuk adalah: “Bagaimana jika aku tidak bisa keluar?”

Seseorang yang menderita klaustrofobia dapat berkata pada dirinya sendiri bahwa tidak ada hal buruk yang akan terjadi saat kereta bawah tanah berhenti antarstasiun. Tetapi kecemasannya mengancam untuk menguasainya. Ia secara harfiah takut pada rasa takut itu sendiri, pada serangan panik yang melandanya.

Baca juga: Para Penjelajah Dunia: dari Vasco da Gama hingga Ibnu Battuta


Fobia menimbulkan ketakutan dalam situasi yang sepertinya tidak menakutkan.
Yang menjadi pertayaannya sekarang adalah “dari mana datangnya fobia?”

Beberapa memiliki akar dari pengalaman masa kanak-kanak, atau bermula setelah masa dewasa dan sepertinya tidak jelas asal usulnya. Psikolog berkata stres dapat memicu fobia pada beberapa orang, yang mungkin mewarisi kecenderungan untuk menjadi penderita fobia dari orangtua mereka.

Para ahli berkata, tidak ada penyebab tunggal bagi fobia. Akan tetapi, kabar baiknya adalah fobia dapat diobati. Terapi yang paling umum adalah desentitasi, mengurangi kepekaaan penderita fobia dengan membawanya langkah demi langkah melewati temmpat atau situasi yang menyebabkannya panik atau ketakutan.

Dan mungkin sekarang kamu sudah terkena sesquipedalofobia—takut dengan kata-kata yang panjang. Hihi….

Baca juga: Petualangan bersama Einstein: Karyawisata ke Pabrik


Profil Buku Einstein aja Ingin Tahu! (Jilid 2)


Judul Asli

 How Come?
Judul Terjemahan  Einstein aja ingin tahu! Jilid 1
Ditulis oleh   Kathy Wollard dan Debra Solomon
Diterbitkan oleh  Scientific Press
Diterjemahkan oleh  Esther S. Mandjani
Disunting oleh  Dr. Lyndon Saputra
Ilustrasi oleh  Debra Solomon
Genre  nonfiksi, ensiklopedia, pengetahuan populer
ISBN  978-979-7640-97-2
Harga  IDR28.000,00
Koleksi  Perpustakaan Pribadi




Tag :


Arkana

Arkana a.k.a Laura Lidya Monica Putri adalah seorang kutu buku, Thai-Holic (penggemar Film Thailand), yang memiliki hobi menulis.

Profil Selengkapnya >>

Review Buku Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Ayah Dan Hari Ayah


Dimas-Lissa: Pudarkan Kapitalisasi Pendidikan Lewat Sekolah Gratis Ngelmu Pring


Lucio - Menemukan Rahasia Gelap Baja Alatas dan Dewi Swis


Thirteen Terrors: Kisah Menyeramkan di Setiap Sekolah


Kun Anta - Humood Al Khuder: Jadilah Diri Sendiri


Rujak Cingur Ala Bu Dah


7 Mal Dan Tempat Nongkrong Dengan Toilet Asyik Di Surabaya


Candi Minak Jinggo - Candi Kecil nan Istimewa di Trowulan


Nasib Literasi di Era Digitalisasi


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Pertama)


Kisah Tentang Himawari


Kata-Kata Itu Telah Hilang Saat Kami Lahir