SeoulMate - Menemukan Belahan Jiwa di Seoul
07 Apr 2015 View : 3388 By : Niratisaya
Ditulis oleh | Lia Indra Andriana |
Diterbitkan oleh |
Haru |
Disunting oleh | O. Lydia Panduwinata |
Sampul didesain oleh | Tom Kuu |
Diterbitkan pada | Januari 2011 |
Genre | fiksi, young adult, romance, drama, fantasy, paranormalcy, mystery |
Jumlah halaman | 300 |
Nomor ISBN | 978-602-9832-50-1 |
Harga IDR | 46.000,00 |
Koleksi | Perpustakaan Pribadi |
Sebuah harapan untuk bertemu kembali dengan seorang pria telah memaksa Kim Sun menggunakan kemampuannya berkomunikasi dengan hantu. Ia memutuskan menjadi mate dan bergabung dalam sebuah organisasi ‘penyalur hantu’ bernama SeoulMate yang menerima proposal permintaan bantuan dari manusia. Sebagai mate, ia bertugas menjaga serta membantu soul atau hantu yang bergabung dalam SeoulMate untuk melaksanakan proposal dari para klien SeoulMate.
Tak disangka, Sun ditugaskan menjaga soul yang amnesia! Hantu baru ini sama sekali tidak mengingat kehidupan manusianya dan terus mendesak Sun untuk membantu menemukan asal-usulnya. Sun tidak habis pikir bagaimana dia dan Jang—nama yang dia berikan untuk soul-nya—dapat menyelesaikan proposal klien jika mereka selalu bertengkar.
Namun, semuanya berjalan di luar dugaan. Tanpa disadari, sengatan-sengatan perasaan aneh yang disebut cinta itu mulai tumbuh antara Sun dan Jang.
Pada saat yang hampir bersamaan, sebuah kenyataan menghadapkan Jang kepada pilihan, antara tetap menjadi soul yang menjalin cinta abnormal dengan Sun atau menuju tempat yang wajar bagi para hantu dan menghilang dari kehidupan gadisnya....
Impresi Saya terhadap SeoulMate
Kesegaran. Inilah yang pertama kali saya rasakan saat membaca cerita. Di antara banyak cerita hantu yang menawarkan cerita horor, Lia Indra Andriana muncul menawarkan ide yang sama tapi dikemas dengan cara yang berbeda. Ya, kita masih akan menemukan cerita tentang hantu dan beberapa sifat mereka yang sudah terkenal di antara manusia. Namun tidak hanya itu. Andriana memberikan gambaran lain tentang dunia makhluk yang selama ini kita kenal sebagai golongan astral yang tak jauh berbeda dengan dunia kita.
Bagian Per Bagian SeoulMate
Ada beberapa bagian dalam novel SeoulMate yang menarik perhatian saya. Layaknya kebanyakan cerita fantasi, dunia SeoulMate dibangun berdasarkan sebuah konsep yang dimatangkan oleh Andriana lewat istilah “mate” yang diwakili oleh mereka yang tergabung dalam organisasi SeoulMate. Apa dan siapa yang tergabung dalam mate? Silakan berkenalan dengan mereka di sini
Baca juga: Intertwine - Takdir Yang Berjalin
Para Mate dan Soul-nya
Catatan: mate adalah istilah untuk mereka yang memiliki kemampuan melihat dan berkomunikasi dengan para hantu.
Kim Sun
Terkenal sebagai tukang perintah dan egois. Namun pada kenyataannya Sun adalah seorang gadis keras kepala yang cerewet. Secara mudah dia dekat dengan orang asing, khususnya para turis yang meminta bantuan tempatnya bekerja. Akan tetapi, di balik sifat cerewet dan sifat komunikatifnya, Sun adalah seorang gadis yang kesepian. Semua ini karena kemampuan yang dimilikinya.
Kalau saja sang Pemberi Kemampuan itu bisa diajak tawar-menawar, Sun akan meminta nyawa kakaknya dikembalikan kepadanya, ketimbang memiliki kemampuan yang saat itu terasa sangat menyiksa. (hal. 61)
Namun, semua itu berubah saat dia mengenal sosok Dong, lelaki yang kemudian menjadi alasan terlibatnya gadis ini dengan organsisasi SeoulMate. Meski sebenarnya Sun membenci kemampuannya dan menolak bergabung dengan SeoulMate. Sampai akhirnya pemimpin Soulmate menyodorkan nama Dong dan membuat Sun tak berkutik. Bertahun-tahun Sun berusaha menemukan Dong, tetapi dia tak pernah berhasil. Demi bertemu dengan lelaki tersebut, Sun menyingkirkan kebenciannya pada segala yang berbau gaib dan bersedia menjadi anggota SeoulMate. Sun juga berhasil menjadi mate untuk soul-nya.
Bahkan lebih.
Apa Sun berhasil bertemu dengan Dong? Kemudian, bagaimana hubungannya dengan soul-nya—Jang?
Baca juga: When the Star Falls - Yang Terjadi Ketika Bintang Terjatuh
Lim Siwon
Di mata Sun, Siwon adalah lelaki yang “mengingatkan Sun akan semut merah yang ia benci—terutama jika mereka berjalan beriringan dalam kelompok, membuat bulu kuduk Sun menegak.” (hal. 38)
Sementara dari sepenangkapan saya, Siwon adalah lelaki yang lumayan keren. Menimbang dia bernama Siwon dan memiliki lesung seperti cowok ini:
Siwon adalah satu-satunya tokoh dengan kepribadian enigmatic dan membuat saya penasaran. Terutama dengan latar belakang sosok Siwon dan apa yang membuatnya demikian.
Catatan: soul adalah para hantu yang masih terjebak di dunia karena urusan duniawi yang membuat mereka tak bisa “menyeberang”.
Jang
Umumnya soul adalah mereka yang ingat kapan mereka meninggal, pada umur berapa, dan apa yang membuat mereka tetap tinggal di dunia. Namun tidak demikian dengan Jang, yang bahkan tidak ingat siapa namanya.
Jika misteri waktu meninggalnya [Jang] bisa diketahui, kemungkinan untuk mencari asal usul Jang akan lebih mudah. Sun bisa mencari data siapa saja yang meninggal pada waktu itu kemudian mencocokkan datanya dengan Jang. (hal. 113)
Karena itu, sebagai ganti mewujudkan apa yang membuat Jang bertahan di dunia, salah satu misi Sun sebagai mate-nya adalah menemukan jati diri Jang. Sebelum kemudian memenuhi keinginan Jang, sehingga lelaki itu bisa menyeberang ke tempat dia seharusnya berada.
Namun, apa jadinya jika Jang memiliki alasan yang mengharuskannya tetap berada di dunia? Meski hanya sebagai hantu.
Arang
Di antara sekitar lima soul yang bekerja pada SeoulMate, Arang adalah soul yang paling tua. Juga yang paling cerewet dan stylish. Saya paling suka pada sosok Arang yang bergerak dengan luwesnya di antara pada tokoh SeoulMate lainnya. Meski tergolong soul yang paling tua, tapi Arang memiliki penampilan yang termuda.
… Sun bisa melihat wajah Arang dengan jelas. Cantik. Cantik sekali. Usianya pasti tidak lebih dari 18 tahun. Meski demikian, balutan hanbok itu membuatnya terlihat semakin anggun dan berkuasa. Hanbok-nya bukan hanbok sembarangan. (hal. 140)
Arang dalam bayangan saya, gambar diambil dari smainternationalfans.wordpress.com
Itu adalah kesan pertama yang ditangkap oleh Sun pada perjumpaan pertamanya dengan Arang, yang menghantui sebuah kedai teh tradisional di daerah Insadong. Penampilan dan umur Arang merupakan kontradiksi yang menarik. Arang memiliki penampilan yang lebih muda ketimbang Sun atau Narae, yang terkenal cantik di antara para soul, tapi pada kenyataannya Arang paling berpengalaman. Saking berpengalamannya membuat Arang dengan mudah mengeluarkan kalimat yang sempat membuat saya ngikik.
“Asam garam, anakku. Banyak makan asam garam kehi…, eh… kematian.” Arang terdengar bangga sekali…. (hal. 145)
Membayangkan Arang, yang meski berusia 135 tahun, tapi memiliki fisik seorang gadis 18 tahun, berbicara demikian pada Sun dan Jang benar-benar lucu!
Baca juga: Girls in the Dark - Hal-Hal yang Terjadi Ketika Sekelompok Gadis Berkumpul dalam Gelap
Karakterisasi Tokoh ala Andriana
Setiap penulis memiliki karakterisasi yang khas dalam setiap gaya mereka. Termasuk dalam penggambaran para tokoh. Yang saya sukai dari gaya penulisan Andriana adalah bagaimana ia menghadirkan para heroine-nya dengan karakteristik yang berbeda.
Misalnya saja sosok Sun. Dari luar Sun boleh terlihat sebagai gadis cerewet yang keras kepala, tapi dia tidak sekadar muncul dengan karakter demikian. Ada alasan mengapa Sun menampilkan sosoknya sebagai gadis cerewet dan menetapkan reputasinya sebagai gadis yang susah mengikuti perintah.
SeoulMate versus Lockwood & Co.
Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, ada novel-novel lain yang mengangkat tema yang sama: fantasi. Atau yang lebih popular dengan istilah oleh para goodreaders dengan genre paranormalcy. Saya mengenal genre ini dari goodreads.com. Salah satu yang begitu mirip adalah Lockwood & Co.
Baik SeoulMate maupun Lockwood & Co. punya fondasi cerita yang sama: mereka sama-sama organisasi yang berisi orang-orang dengan kemampuan indra keenam.
Akan tetapi, persamaan hanya ada di situ. Sisanya, amat sangat berbeda. Terutama pendekatan cerita yang dilakukan oleh Andriana. Bila Stroud fokus pada kelompok-kelompok yang membasmi hantu, Andriana melihat dari sisi “bagaimana seandainya hantu dan manusia bekerja sama?”
Bagian ini terasa lebih grand, ketimbang satu manusia dan satu hantu yang bekerja sama. Pertama kali tahu tentang konsep SeoulMate ini, saya langsung terbayang; petualangannya pasti terasa lebih seru.
Akhir Kata untuk SeoulMate
SeoulMate adalah salah satu karya Lia Indra Andriana yang out of the box dan keluar dari zona nyamannya, a.k.a genre drama-komedi-romantis, sekaligus satu-satunya karya Andriana yang ditulis berseri. Meski demikian, kisah para soul dan mate-nya dalam SeoulMate diceritakan Andriana dengan baik sekali. Bahkan tanpa sadar saya terbawa ke dalam Seoul yang ada di dunia rekaan Andriana.
Baca juga: Hujan dan Pelangi
Your book curator,
N

Niratisaya a.k.a Kuntari P. Januwarsi (KP Januwarsi) adalah Co-Founder Artebia yang juga seorang penulis, editor, dan penerjemah.
Profil Selengkapnya >>