Kata-Kata Itu Telah Hilang Saat Kami Lahir

25 May 2017    View : 1271    By : Ferry Fansuri


Mei membara di kaki langit

Menghempaskan jiwa-jiwa kerdil

Kota itu terbakar hancur

Hanya debu yang tersisa

 

Rudal misil menari di udara

Bagai bintang berekor sembilan

Menyala berpijar menyusut

Gaza porak poranda terbelah

 

Segerombolan manusia kalah pergi

Bersama jiwa-jiwa lelah

Meninggalkan luka pedih

Menyeberangi titian padang pasir

Untuk menyembuhkan hati-hati sedih

 

Serdadu-serdadu perbatasan itu menghentikan mereka

Membentak keras

“Siapa pemilik kalian?”

“Suku apakah di dadamu?”

“Agama apa engkau puja?”

 

Mereka membisu mulut terkunci

Karena…

Kata-kata itu telah hilang saat kami lahir

 

 

Surabaya, Mei 2017

 

 

Sumber header: willcookson.wordpress.com


Tag :


Ferry Fansuri

Ferry Fansuri adalah seorang travel-writer kelahiran Surabaya yang juga berprofesi sebagai fotografer dan entrepreneur.

Profil Selengkapnya >>

Puisi Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Takdir Dan Pertanda-Pertanda


Edwin Ruser dan KoreanUpdates - Menghidupkan Mimpi Lewat Passion


Giveaway: Happiness is You Karya Clara Canceriana


True Friend Never Die (Meung Gu): Arti Sahabat yang Sebenarnya


Membaluri Luka dengan Cinta dalam Lagu I'm Not The Only One


Mirota dan Segala yang Berbau Jawa


Libreria Eatery - Tempat Pas untuk Memberi Makan Perut dan Otak


Santosa Stable Horse Riding, Kendal: Berkuda Dan Legenda


Literasi Desember: Literaturia, Budaya Berpikir Kritis, dan Literasi Media (Bag. 1)


My Toilet Prince - Pintu Pertama


Pria Asing Di Pos Kamling


Setitik  Tuba