Kata-Kata Itu Telah Hilang Saat Kami Lahir

25 May 2017    View : 1503    By : Ferry Fansuri


Mei membara di kaki langit

Menghempaskan jiwa-jiwa kerdil

Kota itu terbakar hancur

Hanya debu yang tersisa

 

Rudal misil menari di udara

Bagai bintang berekor sembilan

Menyala berpijar menyusut

Gaza porak poranda terbelah

 

Segerombolan manusia kalah pergi

Bersama jiwa-jiwa lelah

Meninggalkan luka pedih

Menyeberangi titian padang pasir

Untuk menyembuhkan hati-hati sedih

 

Serdadu-serdadu perbatasan itu menghentikan mereka

Membentak keras

“Siapa pemilik kalian?”

“Suku apakah di dadamu?”

“Agama apa engkau puja?”

 

Mereka membisu mulut terkunci

Karena…

Kata-kata itu telah hilang saat kami lahir

 

 

Surabaya, Mei 2017

 

 

Sumber header: willcookson.wordpress.com


Tag :


Ferry Fansuri

Ferry Fansuri adalah seorang travel-writer kelahiran Surabaya yang juga berprofesi sebagai fotografer dan entrepreneur.

Profil Selengkapnya >>

Puisi Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Generasi Global dalam Industri Pertelevisian: Menelisik Makna di Balik


Bicara Tentang Orizuka - Menulis Adalah Passion, Bukan Occupation


Just So Stories Sekadar Cerita


Thirteen Terrors: Kisah Menyeramkan di Setiap Sekolah


5 Lagu Indonesia Tahun 90-an Mengesankan Versi Artebia


Jeju Ice Cream: Es Krim Unik Rendah Lemak


Matcha Cafe: Curhat Ditemani Olahan Green Tea Nikmat


Grojokan Sewu: Seribu Cerita Dari Grojokan


Festival Foto Surabaya - Menggugah Kepedulian Melalui Lensa


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Ketiga)


Tiga Puluh Tahunan (Part 2 - End)


Lapang Sunyi, Senyap Ruang