Halusinasi

19 May 2017    View : 2943    By : Nurhidayah Tanjung


Dirambati kubangan rindu yang menjelma menjadi syahdu

Dengan helaan yang melanda, dan lewat tawa yang sayup

Seraya meniti jalan berliku

Erat bait lengkungan senyum terlukis di wajah sang asmara

 

Semu merah, lekuk wajah merona

Sekejap memantulkan bait cerita

Lalu menguap ditelan mata sang pujangga

Terluap sudah segenggam rindu atau seribu bisikan kalbu

 

Hingga gurat halusinasi menghampiriku sayu

Rasanya agak buram

Aku mencecapi makna yang tersaji

Dilahapnya kisah-kisah masa laluku

 

Dikunyah, dilumat, dimuntahkannya kembali

Di depan wajahku yang panas dengan bara

Sumpah serapah terukir jelas, mendayu-dayu melewati telingaku yang mendadak panas

 

Berhenti bergurau pecundang!

Berhentilah mengkhayal!

Kau hanya seonggok rasa, di tengah pergulatan cinta.

Berhentilah menjadi makhluk bodoh!

 

 

Sumber header: mandyleft.deviantart.com

 


Tag :


Nurhidayah Tanjung

Nurhidayah Tanjung adalah dara berdarah Medan yang berkuliah di Jurusan Ilmu Komunikasi, yang cinta mati kepada kegiatan menulis.

Profil Selengkapnya >>

Puisi Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Ayah Dan Hari Ayah


Nicoline Patricia Malina: Fotografer Cantik Muda Berbakat


Dunia Cecilia - Dialog Surga Dan Bumi


The Voices - Komedi Kelam tentang Suara-Suara di Kepala Kita


Kataji - Awal Mula Saya Terpikat pada Yura


Kober Mie Setan, Gresik Kota Baru


Taman Patung Kuda Gunung Sari - Taman Segala Usia


Coban Jahe: Wisata Alam Untuk Mengisi Liburan Singkat


Literasi Desember: Festival Literasi Akbar Bersama Literaturia


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Pertama)


Twist and Shout (Part 2)


Sang Wanita Dan Kuburan Rasa