Halusinasi

19 May 2017    View : 1505    By : Nurhidayah Tanjung


Dirambati kubangan rindu yang menjelma menjadi syahdu

Dengan helaan yang melanda, dan lewat tawa yang sayup

Seraya meniti jalan berliku

Erat bait lengkungan senyum terlukis di wajah sang asmara

 

Semu merah, lekuk wajah merona

Sekejap memantulkan bait cerita

Lalu menguap ditelan mata sang pujangga

Terluap sudah segenggam rindu atau seribu bisikan kalbu

 

Hingga gurat halusinasi menghampiriku sayu

Rasanya agak buram

Aku mencecapi makna yang tersaji

Dilahapnya kisah-kisah masa laluku

 

Dikunyah, dilumat, dimuntahkannya kembali

Di depan wajahku yang panas dengan bara

Sumpah serapah terukir jelas, mendayu-dayu melewati telingaku yang mendadak panas

 

Berhenti bergurau pecundang!

Berhentilah mengkhayal!

Kau hanya seonggok rasa, di tengah pergulatan cinta.

Berhentilah menjadi makhluk bodoh!

 

 

Sumber header: mandyleft.deviantart.com

 


Tag :


Nurhidayah Tanjung

Nurhidayah Tanjung adalah dara berdarah Medan yang berkuliah di Jurusan Ilmu Komunikasi, yang cinta mati kepada kegiatan menulis.

Profil Selengkapnya >>

Puisi Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Mengajar Itu Layaknya Orang Yang Ingin Membina Hubungan, Butuh Proses PDKT


Indah Kurnia, Memimpin Tanpa Kehilangan Identitas Sebagai Wanita


Merayakan Hari-Hari Indah bersama Nabi - Tradisi Asyura dan Tragedi Memilukan


Siti - Perempuan dan Dalamnya Hati


Insya Allah - Bila Allah Sudah Berkehendak


My Pancake Restoran Surabaya  Town Square


Pandu Pustaka: Perpustakaan Keteladanan Di Pekalongan


Melihat Sisi Lampau Surabaya Di Museum Surabaya


Deja Vu: Pesta Ketiga WTF Market di Surabaya (Bagian 1)


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Enam)


Ode Untuk Si Bungsu


Ruang Tunggu Bandara