Masa (I)

16 Oct 2015    View : 1368    By : Tsaidun


Menyusup pelan,

memeluk harap,

redup dalam keraguan

 

Merenda langkah tanpa bekas

terajut membentuk dalam angan

 

Untaian tak terbaca,

lantaran langkah tersulut emosi

 

Masa pun tertangguhkan,

berebut dalam ruang tanpa sinar

 

Time Travel

Sumber gambar di sini 

 

Detak berpacu,

terbalut dalam keraguan,

semakin jauh dari harap

 

Pekat pun memeluk erat,

gundah berebut tahta

 

Sementara jiwa tersulut terik hangatnya diri

Melempar identitas sebagai hamba

 

Tertatih dalam penyesalan,

terbangun dari mimpi

Langit memerah berbatas senja.

 

 

Tsaidun,

Surabaya 102015

 

Sumber header diambil dari sini.

 




Tsaidun

Tsaidun adalah seorang spiritualis yang gemar membaca buku, khususnya psikologi dan filsafat. Pria yang sempat bekerja di salah satu perusahaan internasional ini lahir dan besar di Surabaya.

Profil Selengkapnya >>

Puisi Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Takdir Dan Pertanda-Pertanda


H.O.S Tjokroaminoto: Priyayi dengan Profesi Teknisi Sekaligus Politisi yang Berjiwa Pendidik


The Geography Of Bliss - Penggerutu yang Mencari Kebahagiaan


Gone Girl - Ketika Cinta Berakhir, Yang Tersisa Hanyalah Kematian


Kataji - Awal Mula Saya Terpikat pada Yura


Dari Surga Belanja Menjadi Surga Makanan, Kedai Tunjungan City


Patbingsoo - Yang Gurih-Manis Ala Korea di Surabaya


Bukit Pawuluhan: Bukan Bukit Biasa


Literasi Oktober: Big Bad Wolf Menghantui (Pecinta Buku) Surabaya


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Tujuh)


Oma Lena - Part 1


Tentang Waktu