MENGAPA?

22 Sep 2015    View : 1543    By : Tsaidun


Harusnya tidaklah lurus menjanjikan

Karena hari kemarin sekadar awal hari ini

Tak beda jauh, pandang kita terbatasi

Utuh, timbul dari bekas tapak terdahulu

Meleng, serapah mencuat menampar telinga

Bekas, lekat erat di setiap langkah kita

sumber ilustrasi: arst349.blogs.bucknell.edu

Jalan bercabang menghentikan langkah

Lantas kenapa dunia harus terlihat?

Jika pandang ini membentur tatap tak selaras

Bukanlah hukum yang ada

Kadang hamba melangkah melebihi-Nya

 

 

Header: prolificliving.com

 




Tsaidun

Tsaidun adalah seorang spiritualis yang gemar membaca buku, khususnya psikologi dan filsafat. Pria yang sempat bekerja di salah satu perusahaan internasional ini lahir dan besar di Surabaya.

Profil Selengkapnya >>

Puisi Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Malaikat Tak Bersayap


Edwin Ruser dan KoreanUpdates - Menghidupkan Mimpi Lewat Passion


Tango - Surealisme Hubungan Wanita-Pria dan Diri


Filosofi Kopi - Bukan Sekedar Adaptasi Dari Cerita Pendek


Sugar - Maroon 5: Kejutan Manis Di Pesta Pernikahan


Bakmi dan Sate Klathak Ala Djogdja: Menikmati Jogjakarta di Surabaya


Taman Bungkul - Oase dan Kebanggaan Warga Surabaya


Melihat Sisi Lampau Surabaya Di Museum Surabaya


Literasi Februari: GRI Regional Surabaya dan Adham Fusama (Editor)


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Lima)


Balada Sebuah Perut


Dua Windu Lalu, Lewat Hening Malam