MENGAPA?

22 Sep 2015    View : 1277    By : Tsaidun


Harusnya tidaklah lurus menjanjikan

Karena hari kemarin sekadar awal hari ini

Tak beda jauh, pandang kita terbatasi

Utuh, timbul dari bekas tapak terdahulu

Meleng, serapah mencuat menampar telinga

Bekas, lekat erat di setiap langkah kita

sumber ilustrasi: arst349.blogs.bucknell.edu

Jalan bercabang menghentikan langkah

Lantas kenapa dunia harus terlihat?

Jika pandang ini membentur tatap tak selaras

Bukanlah hukum yang ada

Kadang hamba melangkah melebihi-Nya

 

 

Header: prolificliving.com

 




Tsaidun

Tsaidun adalah seorang spiritualis yang gemar membaca buku, khususnya psikologi dan filsafat. Pria yang sempat bekerja di salah satu perusahaan internasional ini lahir dan besar di Surabaya.

Profil Selengkapnya >>

Puisi Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Takdir Dan Pertanda-Pertanda


Lalu Abdul Fatah - Profesi, Delusi, dan Identitas Diri


Surat Panjang Tentang Jarak Kita yang Jutaan Tahun Cahaya


Seven Something: Saat Cinta Berubah Setiap 7 Tahun


Danilla dan Kalapuna


Depot Asih Jaya, Pusat Soto Lamongan


Burgerman - Burger Home-Made Khas Surabaya yang Selalu Bikin Ketagihan


Santosa Stable Horse Riding, Kendal: Berkuda Dan Legenda


Literasi Februari: GRI Regional Surabaya, Gol A Gong, dan Tias Tatanka


My Toilet Prince - Pintu Pertama


Interaksi di Galaksi


Masa (II)