Menjelang Telah Tiba Datang

09 Sep 2015    View : 1334    By : Nadia Sabila


Saatnya telah tiba..

...

Kala utas akan benar terlepas
Denting dawai menjelma rantai,
Menguntai,
Terkupas tak tuntas

Saatnya telah tiba..
Kala kata adalah doa
Dan janji pantang diingkari
Merampas, mendera
Berganti sepi mengisi hari

Saatnya telah tiba..
Kala rindu lancang singgah
Perih tak terperi, pecah membuncah
Terbayang kita menjamah bayang kaca
Meraga jiwa, mengobat luka

Saatnya telah tiba..
Saat ini pernah terjadi sebelumnya
Bahkan lama,
Bagai deja vu yang tak sempurna
Mungkin karena lara lebih terasa

Saatnya telah tiba..
Katanya, hanya tentang beda letak
Bukan retak, bukan pula tak berdetak
Kita hanya merajut jaring asa
Menyulam cita menjadi lembar cerita

Saatnya telah tiba..
Kala sua terasa amat berharga
Kala satu zarah masa terasa berjuta tahun cahaya
Kala raga meraga tanpa kaca
Benar-benar diri kita

Saatnya telah tiba..
Ini memang tentang renjana
Tak setinggi Rinjani
Namun sedalam Samudera Hindia
Sejauh jarak kita

Tunggu sembilan purnama, kata Rangga pada Cinta
Itu mereka, sementara kita,
Bisa jadi sembilan berganda
Tapi mereka hanya kisah drama, sementara kita ada nyata
Membiasakan diri dari ada menjadi tak selalu ada

Saatnya akan tiba
Untuk berkata saatnya telah tiba
Segera, tak lama
Berselang menjelang sang telah tiba datang




Nadia Sabila

Nadia Sabila adalah seorang jurnalis yang menggandrungi travelling dan makanan pedas.

Profil Selengkapnya >>

Puisi Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Takdir Dan Pertanda-Pertanda


Dimas-Lissa: Pudarkan Kapitalisasi Pendidikan Lewat Sekolah Gratis Ngelmu Pring


Giveaway: Happiness is You Karya Clara Canceriana


True Friend Never Die (Meung Gu): Arti Sahabat yang Sebenarnya


Keep Being You - Isyana Sarasvati


Baegopa Malang - Ada Harga Ada Rasa


Oost Koffie & Thee - Rumah Kopi dan Teh yang Menawarkan Lebih Dari Kenyamanan


Kampung Labasan Sleman: Wisata Desa Elegan dan Tak Kampungan


Goodreads Indonesia Regional Surabaya: Novel Remaja Dan Dunianya


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Empat)


Bersama Sebuah Buku dan Sebatang Rokok


Kepada Yang Terkasih